Oleh: Dr. Iwan Ruswandi, M.M., CQM
Sekjen DPN BMPS periode 2025-2030
Perhelatan besar Musyawarah Nasional XII Badan Musyawarah Perguruan Swasta (Munas XII BMPS) yang diselenggarakan pada tanggal 24-26 November 2025 di Pusat Pendidikan SDM Kemendikdasmen RI, Sawangan, Depok, Jawa Barat, dihadir 350 peserta seluruh indonesia, telah berakhir dengan penuh khidmat, gagasan besar, dan optimisme.
Di tengah dinamika pendidikan nasional, kehadiran MUNAS XII BMPS menjadi strategis untuk meneguhkan kembali jati diri dan peran penting Perguruan (Sekolah/Madrasah) Swasta dalam Sistem Pendidikan Nasional.
Dengan mengusung tema: “Meneguhkan Komitmen BMPS untuk Pendidikan Bermutu, Merata dan Berkeadilan” serta sub-tema “Penguatan Peran Strategis Perguruan Swasta dalam Sistem Pendidikan Nasional,” MUNAS XII BMPS bukan hanya sekedar ajang pergantian kepemimpinan, tetapi forum konsolidasi nasional bagi seluruh penyelenggara pendidikan swasta di Indonesia, sekurang-kurang terdapat lima hal penting yang perlu menjadi perhatian Pasca Perhelatan akbar ini.
1. Arena Konsolidasi Nasional Perguruan Swasta.
Perguruan swasta, sejak era pergerakan nasional hingga masa kini, telah menjadi pelaku utama dalam perluasan akses pendidikan dan pemajuan mutu pembelajaran. Munas XII semakin menegaskan bahwa posisi tersebut tidak boleh tergerus oleh perubahan kebijakan, dinamika politik daerah, maupun tantangan global.
Melalui forum permusyawaratan tertinggi ini, para peserta utusan dari organisasi induk penyelenggara perguruan swasta tingkat pusat seperti Majelis Dikdasmen PNF Muhamadiyah, Majelis Luhur Taman Siswa, Majelis Pendidikan Kristen, Majelis Nasional Pendidikan Katolik, LP Ma’arif NU, YPLP PGRI Pusat, Yayasan Pesantren Al Azhar, Badan Koordinasi Pendidikan dan Pengajaran Al Irsyad Al Islamiah dll, serta BMPS Wilayah dan BMPS Daerah, hingga berbagai yayasan pendidikan, kembali menyatukan langkah strategis dalam:
a) memperkuat tata kelola perguruan swasta,
b) mempertegas hubungan kemitraan dengan Pemerintah,
c) memperjuangkan kebijakan afirmasi bagi sekolah/madrasah swasta,
d) serta memastikan keberlanjutan peran swasta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
2. Penguatan Eksistensi Perguruan Swasta: Arah Kebijakan Utama Munas XII
Salah satu garis besar kebijakan yang menonjol dalam Munas XII BMPS adalah penguatan eksistensi dan legitimasi perguruan swasta. Hal ini sangat relevan, mengingat tantangan nyata yang dihadapi sekolah/madrasah swasta di berbagai daerah:
a) ketidakmerataan dukungan pemerintah daerah,
b) beban operasional yang semakin tinggi,
c) persoalan rekruitmen dan kesejahteraan guru,
d) hingga kontestasi tidak seimbang dengan sekolah negeri.
Munas XII BMPS menjawab tantangan tersebut melalui:
a) Penyempurnaan AD/ART BMPS.
Amandemen AD/ART BMPS disepakati sebagai fondasi baru organisasi untuk lebih responsif terhadap kebutuhan perguruan swasta modern, termasuk penguatan peran hukum BMPS sebagai perkumpulan badan hukum tingkat nasional.
b) Perumusan Kebijakan Program Kerja 2025-2030. Fokus utamanya mencakup: standardisasi pembiayaan minimal bagi sekolah/madrasah swasta, advokasi regulasi dan
harmonisasi kebijakan pusat dan daerah, penguatan profesionalisme yayasan dan kepala sekolah, serta peningkatan kapasitas digital perguruan swasta menghadapi era industri 5.0.
c) Rekomendasi Strategis kepada Pemerintah. Munas XII menghasilkan rekomendasi yang tegas, antara lain: perlunya affirmative policy bagi sekolah swasta sebagai partner penyedia layanan publik, konsistensi alokasi anggaran pendidikan bagi satuan pendidikan swasta, perlindungan terhadap guru baik negeri maupun swasta melalui pembentukan Majelis Kehormatan Guru (MKG), serta penegasan bahwa otonomi daerah tidak boleh menjadi hambatan akses dan pelayanan bagi masyarakat khususnya peserta didik yang bersekolah di satuan pendidikan swasta, yang juga anak-anak bangsa Indonesia.
3. Kepemimpinan Baru, Semangat Baru
Melalui sidang formatur, Munas XII BMPS menetapkan komposisi Pengurus Dewan Pengurus Nasional BMPS masa bakti 2025-2030. Kepemimpinan baru dikomandoi Ki. Dr. Saur Panjaitan XIII, M.M., sebagai Ketua Umum Terpilih dari Majelis Luhur Taman Siswa Pusat, dibantu oleh Dr. H. Iwan Ruswandi, M.M., CQM, sebagai Sekretaris Jenderal, dari Yayasan Dharma Setia Kosgoro yang diharapkan menjadi motor penggerak perubahan, penguatan jaringan nasional, dan advokat kebijakan pendidikan yang lebih berkeadilan. Selain menetapkan Pengurus untuk mengawasi jalannya Roda Organisasi telah ditetapkan organ Pengawas yang dikomaandoi oleh H. Didik Suhardi, Ph.D sebagai Ketua Pengawas, dari Majelis Dikdasmen PNF Muhamadiyah Pusat dan Drs. Harianto OGhie, MA., sebagai Sekretaris Pengawas dari LP Ma’arif NU Pusat. Salah satu amanah besar bagi pengurus baru adalah memastikan bahwa BMPS hadir sebagai pagar kokoh bagi keberlangsungan sekolah dan madrasah swasta, bukan sekadar simbol organisasi.
4. Perguruan Swasta: Pilar Penyangga Bangsa yang Harus Terus Dikuatkan.
Pasca Munas XII, BMPS menegaskan kembali fakta nasional yang tak terbantahkan. Tanpa perguruan swasta, layanan pendidikan Indonesia akan mengalami kekurangan daya tampung dan kehilangan warna keberagaman pendidikan. Lebih dari itu:
a) Perguruan swasta hadir di daerah terpencil, daerah 3T, hingga pusat kota,
b) Mengisi ruang spiritual, budaya, dan moral siswa,
c) Membantu pemerintah mewujudkan wajib belajar 12 tahun,
d) Membantu pemerintah meringankan beban APBN/APBD, khususnya dalam pembangunan inprastutur sekolah/madrasah, dan lain sebagainya.
Oleh karena itu, eksistensi perguruan swasta tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri. Pemerintah dan masyarakat harus mengakui, melindungi, dan mengembangkan keberadaannya.
5. Munas XII BMPS Bukan Akhir, Melainkan Awal Penguatan Gerakan Swasta Nasional. Munas XII BMPS 2025 telah selesai. Namun amanah perjuangan baru saja dimulai. Dengan semangat ikrar Cempaka Putih, BMPS mengajak seluruh pengurus wilayah, daerah,
yayasan, dan lembaga penyelenggara untuk:
a) memperkuat tata kelola lembaga,
b) meningkatkan kolaborasi,
c) memperluas jejaring advokasi,
d) dan tetap setia pada misi sejarah: mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan swasta yang bermutu, berkarakter, dan berkeadilan.
Selamat bekerja bagi seluruh Pengurus DPN BMPS masa bakti 2025-2030. Semoga ikhtiar besar ini menjadi bagian dari perjalanan menuju Indonesia Emas 2045, di mana perguruan swasta berdiri sejajar sebagai pilar utama pendidikan nasional. ***
Bagi HalamanEditor : Bas
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















