Pemerintah Dorong Hilirisasi di Sektor Non-Tambang, Proyek Kelapa Morowali Sedot Investasi US$ 100 Juta

Rosan mengungkapkan bahwa selama ini banyak kelapa dari wilayah tersebut yang diekspor ke China.

Melihat peluang nilai tambah yang hilang, pemerintah kemudian mengajak investor China untuk membangun pabrik pengolahan langsung di Indonesia.

Kelapa-kelapa kita sebelumnya banyak diekspor ke China. Karena itu, kami terbang ke sana dan meyakinkan mereka untuk membuka pabriknya di sini. Dengan begitu, harga kelapa di dalam negeri bisa meningkat karena tidak lagi perlu memperhitungkan biaya logistik,” katanya.

BACA JUGA :  Jalan Raya Lenteng Agung Ambles, Dinas SDA DKI Sebut Dipicu Saluran Penghubung Lama

Pembangunan pabrik dalam negeri dinilai lebih efisien bagi investor, sekaligus memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi masyarakat lokal—mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga peningkatan harga produk perkebunan.

Hilirisasi Non-Tambang Jadi Fokus Baru Pemerintah

BACA JUGA :  Prabowo Bertemu Menlu Turki di Hambalang, Bahas Timur Tengah hingga Pemulangan Relawan Indonesia

Langkah ini menandai upaya pemerintah memperluas hilirisasi ke sektor non-tambang.

Dengan memanfaatkan potensi komoditas lokal seperti kelapa, hilirisasi diharapkan dapat:

•Mendorong peningkatan nilai tambah,

•Memperkuat industri pengolahan dalam negeri,

•Mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah, dan

•Memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================