
“Seringkali calon kader itu hanya menunggu untuk didatangi. Pendekatan personal penting dilakukan. Sekarang sudah ada insentif, ini bisa menjadi pemicu tambahan untuk menarik minat masyarakat,” jelasnya.
Aspemkesra juga menekankan pentingnya sinergi antara camat dan kepala desa, khususnya melalui peran Ibu Kepala Desa. Menurutnya, hubungan emosional yang baik dapat memperkuat dukungan terhadap kegiatan posyandu, termasuk rekrutmen kader.
“Jalin kedekatan dengan Ibu Kepala Desa. Tidak selalu melalui pertemuan formal, bisa lewat ngobrol santai, ngopi, atau makan bersama. Masyarakat desa bangga ketika dekat dengan camat, dan itu dapat mempermudah pembinaan posyandu,” ungkapnya.
Ia menambahkan, tugas posyandu kini juga mencakup pemantauan anak putus sekolah, kondisi lingkungan, hingga infrastruktur dasar. Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi hal yang tak bisa dipisahkan, terutama dengan puskesmas dan dinas terkait.
“Isu-isu strategis seperti stunting, DBD, hingga kesehatan ibu dan anak memerlukan peran aktif posyandu. Kader harus dibina secara rutin, dan camat perlu menggandeng puskesmas untuk memastikan pelayanan optimal,” katanya.
Zaenal menegaskan, Posyandu merupakan salah satu pilar penting dalam pelayanan dasar masyarakat. Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen memperkuat keberadaan posyandu sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Posyandu adalah ujung tombak. Dengan sinergi dan pembinaan berkelanjutan, saya yakin pelayanan dasar masyarakat akan semakin baik,” pungkasnya.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Diskominfo Kabupaten Bogor
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















