
Alhasil, pakaian perlu dicuci ulang agar baunya hilang—membuang waktu, detergen, dan tenaga.
- Menggunakan Detergen Terlalu Banyak
Banyak yang mengira semakin banyak detergen, pakaian akan semakin bersih. Faktanya, penggunaan detergen berlebihan justru meninggalkan residu busa pada serat pakaian.
Selain membuat pakaian terasa kasar dan kusam, sisa detergen yang tidak larut sepenuhnya bisa memicu iritasi kulit.
Mesin cuci pun bekerja lebih berat karena harus membilas busa lebih banyak dari biasanya.
- Tidak Menggunakan Kantong Jaring untuk Pakaian Halus
Pakaian berbahan tipis atau rentan robek, seperti pakaian dalam, kaus kaki, atau busana berbahan satin, sebaiknya dicuci menggunakan kantong jaring.
Tanpa kantong jaring, gesekan kuat di dalam mesin cuci dapat merusak tekstur kain, menyebabkan serat longgar, bahkan membuat pakaian sobek. Kantong jaring membantu melindungi pakaian sekaligus menjaga bentuknya tetap bagus.
- Tidak Menutup Ritsleting Sebelum Dicuci
Ritsleting celana atau jaket yang dibiarkan terbuka bisa tersangkut pada pakaian lain, membuat kain tertarik dan sobek.
Selain itu, ritsleting yang terus bergesekan dengan tabung mesin cuci juga berpotensi merusak gigi ritsleting itu sendiri. Kebiasaan sederhana namun sering terlupakan—selalu tutup ritsleting sebelum mencuci.
Menjaga Pakaian, Hemat Tenaga dan Biaya
Itulah lima kebiasaan mencuci yang dapat membuat pakaian cepat rusak. Meski terlihat sepele, kebiasaan-kebiasaan tersebut berdampak cukup besar pada keawetan pakaian dan performa mesin cuci.
Mulai sekarang, luangkan waktu satu hingga dua menit untuk pengecekan sederhana sebelum mencuci. Pakaian tetap awet, lebih bersih, dan mesin cuci pun bekerja lebih optimal. Semoga bermanfaat!
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















