Film Horor Qorin 2 Tayang Perdana di Bioskop, Angkat Isu Bullying dan Dilema Moral

BOGORTODAY.COM – Film horor Indonesia terbaru, Qorin 2, resmi tayang serentak di bioskop mulai hari ini, 11 Desember 2025. Pada hari perdananya, sejumlah pemeran utama melakukan sinema visit langsung ke penonton di XXI Bogor Square dan XXI Mall Jambu Dua, Kota Bogor.

Meskipun bukan sekuel langsung, Qorin 2 masih berada dalam satu semesta dengan film Qorin (2022). Film ini mengangkat isu krusial mengenai perundungan (bullying) di sekolah yang memicu serangkaian teror gelap.

Fokus Cerita: Manusia Lebih Sadis dari Hantu

Qorin 2 menampilkan aktor senior Fedi Nuril sebagai ayah yang frustrasi (Pak Makmur) dan Wavi Zihan yang berperan sebagai Guru Bimbingan dan Konseling (BP), Ibu Fitri.

Wavi Zihan menjelaskan bahwa sorotan utama film ini adalah sisi kelam manusia. “Selain isu bullying, kami ingin highlight bahwa ternyata manusia itu bisa lebih menyeramkan dan sadis daripada hantu,” ujar Wavi disela-sela sinema visit kepada Bogortoday.com.

BACA JUGA :  Pemerintah Kucurkan Rp4 Triliun untuk Benahi Perlintasan Sebidang

Aktor Muzakki Ramdhan, yang memerankan karakter Rijal, menambahkan bahwa film ini menceritakan Pak Makmur, seorang tukang sampah, yang berusaha melindungi anaknya, Jaya, dari perundungan di sekolah. Karena laporannya tidak ditanggapi, Pak Makmur akhirnya mengambil jalur yang dramatis.

Ibu Fitri, sang Guru BP, kemudian berusaha mencari keadilan bagi Jaya dan Pak Makmur. Namun, perjalanannya penuh hambatan dan dilema.

“Hambatannya terlalu banyak, tekanan eksternal juga banyak sehingga membuat Ibu Fitri tidak leluasa untuk menolong. Apalagi, ia juga harus menghadapi dilema karena adiknya (Rijal) bersekolah di situ dan bergabung dengan kelompok penindas,” jelas Wavi Zihan mengenai kompleksitas karakter Ibu Fitri.

Muzakki Ramdhan mendeskripsikan karakternya, Rijal, sebagai remaja yang mencari jati diri namun terpaksa ikut-ikutan menjadi perundung karena merasa kesepian dan berada di bawah tekanan karena kakaknya adalah Guru BP di sekolahnya sendiri.

Horor Slasher dengan Pesan Sosial

BACA JUGA :  Perlintasan KRL Tanpa Palang di Bojonggede Telan Korban

Para pemeran menyebutkan bahwa proses produksi film, yang memakan waktu sekitar satu bulan di Ciwidey dengan cuaca dingin ekstrem, memberikan tantangan tersendiri.

Muzakki Ramdhan menyebut bahwa perbedaan utama dari film sebelumnya adalah skala produksi yang jauh lebih besar dan lebih menyeramkan, bergenre horor slasher yang menyuguhkan adegan berdarah. Sementara Wavi Zihan menjanjikan pengalaman seperti roller coaster bagi penonton.

“Di Qorin 2 tetap ada jumpscare, tapi juga tidak lupa kelakuan manusianya yang lebih seram dan sadis,” tegasnya.

Ajakan Speak Up Melawan Bullying

Harapan terbesar Wavi Zihan adalah agar film ini dapat diterima masyarakat dan memberikan dampak nyata.

“Harapannya, mudah-mudahan teman-teman setelah menonton film ini bisa mendapatkan pelajaran dan menjadi refleksi, dan lebih berani lagi untuk speak up. Isu bullying ini terjadi di mana-mana dan butuh keberanian kolektif untuk membasminya,” tutupnya.

Bagi Halaman

Wartawan : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================