
BOGORTODAY.COM – Kemenangan 2-0 Benfica atas Napoli pada matchday 6 Liga Champions, Kamis (11/12/2025), bukan hanya meninggalkan cerita di lapangan, tetapi juga memunculkan drama di luar pertandingan. Jose Mourinho dan Antonio Conte kembali terlibat tensi panas kali ini lewat perang komentar.
Napoli yang tumbang dua gol tanpa balas mencoba mencari penjelasan atas hasil tersebut. Antonio Conte menyebut faktor kelelahan fisik sebagai penyebab utama menurunnya performa anak asuhnya. Namun, Mourinho sama sekali tidak terkesan dengan alasan tersebut.
Pelatih berjuluk The Special One itu justru menyindir balik, menyebut ucapan Conte hanyalah pembelaan usang dari seorang yang kalah.
Sindiran Menohok Mourinho
Mourinho menegaskan bahwa kemenangan Benfica bukan karena mereka lebih bugar, melainkan karena disiplin dan mentalitas yang lebih kuat.
“Mengatakan Benfica lebih segar secara fisik terasa seperti sebuah alasan,” ujar Mourinho tegas kepada Sky Sport Italia.
“Kami menginterpretasikan permainan dengan baik, para pemain menunjukkan karakter dan kecerdasan sebuah mentalitas Benfica.”
Ia menilai skuadnya tampil penuh determinasi, terutama karena mereka menyadari betapa krusialnya kemenangan tersebut untuk menjaga peluang lolos.
“Ketika Anda mengalami kesulitan terbesar, Anda melangkah maju. Kami tahu tanpa kemenangan ini, kami akan keluar.”
Keputusan Taktis yang Berbuah Manis
Kemenangan Benfica tak lepas dari strategi berani Mourinho yang mencadangkan striker utama, Vangelis Pavlidis. Ia memilih menurunkan Franjo Ivanovic sejak awal—keputusan yang terbukti mengacaukan skema tiga bek Napoli.
“Saya memutuskan memainkan Ivanovic karena itu mengubah cara kami menyerang,” ungkap Mourinho.
“Ivanovic memberikan ketidakstabilan pada tim yang bertahan dengan tiga bek.”
Pergerakan Ivanovic membuat Napoli kehilangan ritme, membuka ruang bagi Benfica menekan dan akhirnya mencetak dua gol penting lewat Richard Ríos dan Leandro Barreiro.
Komentar Soal Tempo Serie A
Di luar pertandingan, Mourinho juga menyoroti perdebatan klasik tentang tempo lambat Serie A yang dianggap memengaruhi performa klub Italia di Eropa. Namun ia memilih bersikap diplomatis.
“Di Portugal, kami punya masalah serupa. Tapi faktanya, Inter mencapai final Liga Champions dua kali dalam tiga tahun. Jadi tim Italia tidak bisa dikatakan buruk.”
Benfica Kembali Hidup
Dengan kemenangan ini, Benfica kini mengoleksi enam poin dan kembali membuka peluang lolos ke fase knockout. Sementara Napoli harus merenungkan kembali masalah yang mereka hadapi baik fisik maupun mental.
(MG6)
Bagi HalamanEditor : Alif Luqman
Sumber : bola.net
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















