
Dalam konteks lebih luas, Dedie menyoroti tantangan pemerataan akses pendidikan di Kota Bogor. Ia menegaskan bahwa rasio sebaran sekolah masih perlu diperbaiki untuk mengakomodasi siswa yang belum tertampung di sekolah negeri.
“Akan ada subsidi dari Pemkot Bogor untuk siswa yang tidak mampu agar tetap bisa bersekolah,” katanya, merujuk pada bantuan bagi siswa pra-sejahtera yang terpaksa masuk sekolah swasta.
Terkait rencana pembangunan sekolah satu atap (satap), Dedie menyatakan kajiannya masih berjalan dan belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Sementara itu, Pemkot Bogor memilih memprioritaskan pembangunan dua SMA negeri baru sebagai langkah cepat memenuhi kebutuhan pendidikan tingkat atas.
“Yang akan segera kita proses adalah SMA Negeri 11 di Kayumanis dan SMA Negeri 12 di Kertamaya,” ujarnya.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















