Sekolah Harus Tanpa AC, Wali Kota Bogor Tekankan Efisiensi Energi

SDN Duta Pakuan
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim meninjau bangunan sekolah baru SDN Duta Pakuan usai diresmikan, Kamis (11/12/2025). Foto: Bogortoday/Aditya

BOGORTODAY.COM – Upaya Pemkot Bogor dalam meningkatkan mutu dan pemerataan akses pendidikan kembali ditekankan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, saat meresmikan bangunan baru SDN Duta Pakuan di Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kamis (11/12/2025).

Dedie menegaskan bahwa pembangunan sekolah tidak cukup hanya mengandalkan gedung baru, tetapi juga harus mengedepankan desain ramah lingkungan dan efisiensi energi.

Dedie menyebutkan, kebutuhan gedung sekolah masa kini harus diarahkan pada konsep bangunan yang memiliki sirkulasi udara dan pencahayaan alami yang optimal. Hal ini dinilai penting untuk menekan penggunaan pendingin ruangan (AC) serta mengurangi biaya operasional rutin.

BACA JUGA :  Sensus Ekonomi 2026 di Kota Bogor Dimulai

“Ketinggian plafon harus diperhatikan agar sirkulasi udara berjalan baik. Kalau itu optimal, ruang kelas tidak perlu pakai AC. Ini juga menekan biaya rutin,” ujar Dedie.

Meski mengapresiasi fasilitas SDN Duta Pakuan yang disebutnya “luar biasa”, Dedie tetap mengingatkan agar bangunan yang sudah bagus itu dijaga bersama sebagai bentuk tanggung jawab atas investasi masyarakat, khususnya para pembayar pajak.

Dalam konteks lebih luas, Dedie menyoroti tantangan pemerataan akses pendidikan di Kota Bogor. Ia menegaskan bahwa rasio sebaran sekolah masih perlu diperbaiki untuk mengakomodasi siswa yang belum tertampung di sekolah negeri.

BACA JUGA :  Apa Itu Soft Spoken? Mengenal Arti dan Ciri-ciri Kepribadian yang Lembut dan Menenangkan

“Akan ada subsidi dari Pemkot Bogor untuk siswa yang tidak mampu agar tetap bisa bersekolah,” katanya, merujuk pada bantuan bagi siswa pra-sejahtera yang terpaksa masuk sekolah swasta.

Terkait rencana pembangunan sekolah satu atap (satap), Dedie menyatakan kajiannya masih berjalan dan belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Sementara itu, Pemkot Bogor memilih memprioritaskan pembangunan dua SMA negeri baru sebagai langkah cepat memenuhi kebutuhan pendidikan tingkat atas.

“Yang akan segera kita proses adalah SMA Negeri 11 di Kayumanis dan SMA Negeri 12 di Kertamaya,” ujarnya.

Bagi Halaman

Wartawan : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================