Makna di Balik Nama Nurul Wathon untuk Masjid Raya Pakansari

BOGORTODAY.COM – Penetapan nama Nurul Wathon untuk Masjid Raya Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat bukan sekadar keputusan administratif. Di balik nama itu tersimpan tafsir sejarah, aspirasi keagamaan, dan harapan akan jati diri daerah.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyebut proses lahirnya nama tersebut melibatkan perbincangan panjang dengan para ulama serta organisasi Islam yang memiliki pengaruh kuat dalam kehidupan sosial masyarakat Bogor.

Masjid yang berdiri di jantung ibu kota kabupaten ini sejak awal digagas sebagai ruang publik keagamaan yang merepresentasikan identitas daerah. Karena itu, pemilihan nama dianggap tidak bisa dilakukan secara serampangan. Rudy mengatakan, sejumlah tokoh agama memberikan berbagai pertimbangan sebelum akhirnya menyepakati usulan Nurul Wathon.

“Kami menerima saran dari para kiai, ulama, organisasi Islam, dan Majelis Ulama Indonesia,” kata Rudy, Jumat (12/12/2025).

BACA JUGA :  Waspadai Tanda-Tanda Korsleting Listrik di Rumah, Kenali Gejalanya Sebelum Terjadi Kebakaran

Dalam bahasa Arab, Nurul Wathon berarti “cahaya negeri”. Namun bagi Pemerintah Kabupaten Bogor, makna tersebut juga bersinggungan dengan frase lama yang dipegang para pendahulu, kuta udaya wangsa, pusat kebangkitan bangsa.

Menurut Rudy, hubungan antara istilah itu dan penamaan masjid memperlihatkan upaya mengikat warisan sejarah dengan aspirasi masa kini.

“Bicara sebuah bangsa, inilah cahaya bangsa, cahaya negeri adanya di Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Pemilihan nama masjid besar kerap membawa konsekuensi simbolis yang tidak kecil. Masjid Raya Pakansari, yang berada tak jauh dari pusat aktivitas pemerintahan dan olahraga, diproyeksikan sebagai salah satu ikon baru Bogor.

BACA JUGA :  6 Kondisi Rambut yang Bisa Menjadi Sinyal Masalah Kesehatan Tubuh

Karena itu, pemerintah daerah masih meminta masukan untuk memastikan bahwa nama yang dipilih benar-benar mencerminkan nilai-nilai keagamaan dan kultural yang sejalan dengan masyarakat setempat.

“Kami masih mohon arahan dari para kiai, para ulama, untuk menyempurnakan nama masjid itu,” kata Rudy.

Untuk sementara, pemerintah menggunakan nama Masjid Raya Nurul Wathon Kabupaten Bogor. Proses pematangan nama ini, menurut Rudy, menjadi bagian dari upaya yang lebih besar, meneguhkan identitas keislaman yang moderat, bersejarah, dan terhubung dengan arah pembangunan daerah.

Bagi Halaman

Editor : Bas

Wartawan : Rifki Ramadhan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================