
Pemeriksaan genom skala luas mengidentifikasi dua lokasi gen yang sangat terkait dengan risiko stroke dini, salah satunya berada pada lokasi gen penentu golongan darah.
Analisis lanjutan menemukan bahwa:
- Variasi gen golongan darah A, terutama subtipe A1, meningkatkan risiko stroke sebelum usia 60 tahun sebesar 16 persen.
- Individu dengan gen golongan darah O1 memiliki risiko stroke 12 persen lebih rendah dibanding populasi umum.
Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa peningkatan risiko pada golongan darah A masih tergolong kecil, sehingga tidak ada rekomendasi pemeriksaan atau tindakan medis khusus hanya berdasarkan golongan darah.
Mengapa Golongan Darah Bisa Berpengaruh?
Kittner menjelaskan bahwa mekanisme pasti hubungan golongan darah dan stroke belum sepenuhnya dipahami. Namun, dugaan awal mengarah pada faktor-faktor yang memengaruhi pembekuan darah, seperti:
- Aktivitas trombosit
- Fungsi sel yang melapisi pembuluh darah
- Kadar protein dalam sirkulasi
Semua faktor ini berperan dalam proses terbentuknya bekuan darah, yang merupakan penyebab utama stroke iskemik.
Perlu Studi Lebih Luas dengan Sampel Beragam
Meskipun penelitian ini melibatkan peserta dari berbagai negara—seperti Amerika Utara, Eropa, Jepang, Pakistan, dan Australia—jumlah partisipan non-Eropa hanya sekitar 35 persen.
Kittner menilai bahwa studi dengan sampel yang lebih beragam diperlukan untuk memahami pengaruh golongan darah terhadap risiko stroke pada populasi berbeda.
“Kami jelas memerlukan studi lanjutan untuk memperjelas mekanisme peningkatan risiko stroke ini,” tegas Kittner.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















