Peringatan Tiga Dekade Konservasi Elang Jawa Dimeriahkan Pameran Spesies Penting di Bogor

BOGORTODAY.COM – Kementerian Kehutanan, melalui Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Ditjen KSDAE), menyelenggarakan Lokakarya Final Tiga Dekade Konservasi Elang Jawa di IPB Convention Center (ICC), Kota Bogor, pada 11-12 Desember 2025.

Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian pengumpulan dan analisis data selama tiga dekade terakhir.

Lokakarya ini bertujuan menghasilkan Laporan Nasional Status Elang Jawa yang akan menjadi dasar utama pengajuan peninjauan status konservasi pada Daftar Merah IUCN (International Union for Conservation of Nature), serta landasan bagi strategi perlindungan jangka panjang.

Direktur Jenderal KSDAE Kementerian Kehutanan, Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko, S.Hut., M.Sc, menegaskan bahwa laporan ini memiliki makna strategis.

“Laporan nasional ini bukan sekadar dokumen ilmiah, tetapi merupakan mandat negara untuk melindungi simbol identitas kita. Data akurat mengenai populasi adalah kunci untuk merancang strategi 10 tahun ke depan yang lebih tepat sasaran, agar status Genting ini bisa kita ubah,” ujarnya.

BACA JUGA :  Rutin Konsumsi Semangka Berpotensi Menjaga Kesehatan Jantung, Ini Penjelasannya

Rangkaian kegiatan ini merupakan bagian integral dari peringatan tiga dekade konservasi elang jawa. Peninjauan status ini merupakan buah kolaborasi antara Ditjen KSDAE dengan Burung Indonesia, Raptor Indonesia, dan dukungan strategis dari PT Djarum.

Director of Sustainability PT Djarum, Jemmy Chayadi, menyoroti pentingnya sinergi. “Inilah saatnya kita mengaktifkan kekuatan ‘Gotong Royong’. Temuan pada laporan, harapannya dapat digunakan sebagai basis bagi strategi konservasi yang lebih terarah,” kata Jemmy.

BACA JUGA :  Waspadai Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Memicu Anemia

Sebagai bentuk apresiasi dan penguatan komitmen, turut diselenggarakan Pameran Konservasi Spesies Penting Jawa-Bali di Halaman Parkir Botani Square Mall, Kota Bogor, pada 11-12 Desember 2025.

Menurut Communication Manager Burung Indonesia, Muhammad Meisa, pameran yang diikuti 17 UPT Ditjen KSDAE dan 13 mitra konservasi ini bersifat edukatif dan interaktif.

“Acara ini memperkenalkan kekayaan spesies penting seperti owa jawa, badak jawa, banteng jawa, hingga jalak bali, serta menyajikan pameran fotografi elang dan talkshow konservasi,” tuturnya.

Pasca rangkaian kegiatan ini, penyusunan dokumen SRAK Elang Jawa 2026-2035 akan dilanjutkan pada semester pertama tahun 2026, memastikan strategi konservasi Sang Garuda tetap menjadi prioritas nasional.*

Bagi Halaman

Wartawan : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================