
Akibatnya, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah, sehingga tubuh cepat merasa letih dan lemas.
- Rambut rontok berlebihan
Kekurangan zat besi juga dapat memicu rambut rontok. Mengutip Prevention, folikel rambut membutuhkan oksigen untuk mendukung pertumbuhan rambut yang sehat.
Saat pasokan oksigen berkurang, pertumbuhan rambut terhambat dan rambut menjadi mudah rontok.
Tubuh cenderung memprioritaskan oksigen untuk organ vital seperti jantung dan otak, sehingga kulit dan rambut kekurangan asupan oksigen.
- Kuku rapuh dan mudah pecah
Kuku yang mudah patah, rapuh, atau bahkan melengkung menyerupai sendok (spoon nails) bisa menjadi tanda kekurangan zat besi.
Mineral ini berperan dalam menjaga kekuatan protein pada kuku dan rambut. Ketika kadarnya rendah, kuku menjadi lebih lemah dan mudah rusak.
- Tangan dan kaki terasa dingin
Sering merasa dingin di tangan dan kaki juga dapat menjadi indikasi kekurangan zat besi. Keterbatasan oksigen membuat tubuh memprioritaskan aliran darah ke organ-organ vital, sehingga bagian tubuh perifer seperti tangan dan kaki terasa lebih dingin.
- Mendengar detak jantung di telinga
Munculnya suara detak atau dengungan di telinga dapat menjadi gejala pulsatile tinnitus, yang sering dikaitkan dengan anemia defisiensi besi.
Kekurangan oksigen membuat jantung memompa darah lebih cepat, sehingga aliran darah meningkat dan menimbulkan sensasi berdetak di telinga.
Pentingnya Deteksi Dini
Mengenali tanda-tanda kekurangan zat besi sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
Jika Anda mengalami beberapa gejala di atas secara terus-menerus, disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan darah dan berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















