Demam, Bolehkah Memakai Kaos Kaki? Ini Penjelasan Medisnya

Demam
Ilustrasi Kaos Kaki. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Hampir setiap orang pernah mengalami demam. Demam merupakan kondisi ketika suhu tubuh meningkat di atas suhu normal, yaitu sekitar 37 derajat Celcius.

Saat demam, banyak orang merasakan kedinginan hingga menggigil, sehingga muncul keinginan untuk menghangatkan tubuh dengan cara menggunakan selimut berlapis atau mengenakan kaos kaki.

Namun, benarkah cara tersebut tepat? Apakah memakai kaos kaki saat demam justru membantu atau malah memperburuk kondisi?

Apa itu demam?

Demam sebenarnya bukan penyakit, melainkan tanda bahwa sistem kekebalan tubuh sedang bekerja melawan infeksi atau peradangan.

Dalam banyak kasus, demam akan mereda dengan sendirinya dalam waktu 2–3 hari tanpa penanganan khusus.

Meski demikian, ada kondisi tertentu di mana demam tidak kunjung turun. Hal ini bisa disebabkan oleh infeksi berat, gangguan autoimun, hingga penyakit serius lainnya. Jika demam berlangsung lama atau disertai gejala berat, pemeriksaan medis sangat dianjurkan.

Dikutip dari Cleveland Clinic, demam dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari yang ringan hingga berat, antara lain:

  • infeksi bakteri,
  • infeksi virus seperti influenza,
  • infeksi saluran cerna,
  • infeksi saluran kemih,
  • infeksi kulit,
  • reaksi pasca-vaksinasi,
  • efek samping obat-obatan tertentu,
  • gangguan autoimun,
  • hingga kanker.
BACA JUGA :  Jangan Abaikan Tanda-Tanda Metabolisme Bermasalah, Bisa Berdampak pada Kesehatan Hati

Demam, bolehkah pakai kaos kaki?

Demam sering disertai gejala menggigil, keringat dingin, serta rasa dingin di tangan dan kaki. Kondisi ini membuat banyak orang berusaha menghangatkan tubuh agar terasa lebih nyaman, misalnya dengan mengenakan pakaian tebal, selimut, kompres hangat, hingga kaos kaki.

Namun, menurut laman Parents dan Health, cara tersebut tidak terbukti secara ilmiah dapat menurunkan demam. Metode tersebut hanya memberikan rasa hangat sementara dan tidak mengatasi penyebab utama demam, seperti infeksi atau peradangan.

Bahkan, saat demam, tubuh sebenarnya lebih baik berada dalam kondisi sejuk—tidak terlalu dingin, tetapi juga tidak terlalu panas. Panas tubuh perlu dikeluarkan secara alami melalui keringat dan penguapan.

Meski begitu, memakai kaos kaki saat demam sebenarnya boleh saja, selama bertujuan untuk kenyamanan. Yang perlu diperhatikan, hindari penggunaan kaos kaki atau selimut yang terlalu tebal karena dapat menghambat penguapan panas. Jika tubuh terlalu tertutup dan kepanasan, suhu tubuh justru bisa semakin meningkat.

BACA JUGA :  Seberapa Sering Tubuh Perlu Terhidrasi? Ini Penjelasan Dokter

Tips agar nyaman saat demam

Agar demam tidak bertambah parah, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Gunakan pakaian yang ringan dan menyerap keringat.
  • Jaga suhu ruangan agar tetap sejuk dan nyaman.
  • Minum cairan yang cukup, seperti air putih, jus buah, atau sup, untuk mencegah dehidrasi.
  • Lepas kaos kaki atau selimut tebal jika tubuh mulai terasa panas.

Kapan demam perlu diwaspadai?

Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan jika demam disertai kondisi berikut:

  • demam terjadi pada bayi usia di bawah 3 bulan,
  • demam berlangsung lebih dari tiga hari,
  • suhu tubuh mencapai lebih dari 40 derajat Celcius,
  • tubuh terasa sangat lemas dan tidak nafsu makan,
  • muncul gangguan penglihatan, nyeri hebat, atau kesulitan buang air kecil dan besar.

Memakai kaos kaki saat demam boleh dilakukan untuk memberikan rasa nyaman, asalkan tidak terlalu tebal dan tidak membuat tubuh kepanasan.

Lepaskan kaos kaki ketika suhu kaki sudah terasa hangat, dan fokuslah menjaga kenyamanan serta hidrasi agar tubuh bisa pulih dengan optimal.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================