Endometriosis Bisa Menjalar ke Otak, Picu Sakit Kepala hingga Kejang Saat Haid

Bukan Kanker, tetapi Bisa Menyebar

Meski dapat menjalar ke berbagai organ, Hardi menegaskan bahwa endometriosis berbeda dengan kanker. Penyakit ini bersifat jinak dan bergantung pada hormon estrogen.

“Kalau kanker itu ganas dan merusak. Endometriosis bukan kanker, tapi dia bisa menjalar ke mana-mana,” jelasnya.

Karena dipengaruhi hormon, keluhan endometriosis cenderung hilang timbul dan dapat berkurang secara signifikan setelah menopause.

BACA JUGA :  Tragedi Camping di Temanggung Jadi Pengingat Pentingnya Keselamatan Penggunaan Kompor Portabel

Faktor Risiko Endometriosis

Menurut Hardi, perempuan yang mengalami menstruasi di usia sangat dini memiliki risiko lebih tinggi terkena endometriosis. Selain itu, nyeri haid yang sangat berat sejak usia muda juga menjadi salah satu tanda awal penyakit ini.

“Nyeri haid bisa sampai tidak bisa sekolah atau bekerja. Itu salah satu tanda endometriosis,” ujarnya.

Diagnosis dan Penanganan

Diagnosis endometriosis di otak dilakukan dengan melihat pola gejala yang khas dan didukung pemeriksaan penunjang, seperti MRI. Penanganan disesuaikan dengan kondisi pasien, mulai dari pemberian obat pereda nyeri, terapi hormon, hingga tindakan operasi bila diperlukan.

BACA JUGA :  Pembebasan Lahan Jalan Rancabungur-Leuwiliang Butuh Anggaran Rp50 Miliar

“Jangan menunda ke dokter jika keluhan saraf muncul berulang dan berkaitan dengan haid. Deteksi dini sangat penting,” pungkas Hardi.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================