BOGORTODAY.COM – Sabun cuci piring dikenal sebagai cairan pembersih serbaguna yang menjadi andalan di banyak rumah tangga. Fungsi utamanya tentu untuk membersihkan peralatan makan dan memasak dari sisa minyak dan kotoran.
Namun, kegunaannya ternyata sering meluas ke berbagai keperluan rumah tangga lain, mulai dari menghilangkan noda membandel pada kain, membersihkan kerak sabun di wastafel, hingga membantu membersihkan kamar mandi.
Meski demikian, sabun cuci piring tidak selalu cocok digunakan untuk semua jenis bahan. Jika dilihat dari cara kerjanya, sabun ini membersihkan dengan cara melapisi dan mengikat minyak serta kotoran di permukaan. Saat dibilas dengan air, kotoran tersebut akan terangkat dan terbawa.
Sayangnya, metode ini tidak efektif—bahkan bisa merusak—pada beberapa material tertentu. Dikutip dari Reader’s Digest, berikut sejumlah benda yang sebaiknya tidak dibersihkan menggunakan sabun cuci piring.
- Tanaman
Beredar anggapan bahwa sabun cuci piring dapat digunakan sebagai insektisida alami karena murah dan dianggap ramah lingkungan.
Namun, sejumlah studi justru menunjukkan bahwa sabun cuci piring dapat merusak jaringan tanaman dan berisiko membuatnya layu hingga mati. Karena itu, penggunaan sabun cuci piring pada tanaman sebaiknya dihindari.
- Lantai Kayu Keras
Pakar restorasi kayu dari Minwax, Bruce Johnson, menyarankan penggunaan cairan pembersih khusus untuk lantai kayu keras.
Sabun cuci piring dinilai tidak cocok karena dapat meninggalkan residu berupa lapisan film yang membuat lantai terlihat kusam dan licin.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















