
BOGORTODAY.COM – Musim panas 2025 seharusnya menjadi titik awal babak besar Liverpool. Datangnya Florian Wirtz dan Alexander Isak, dua nama bertalenta dengan banderol fantastis, membuat publik membayangkan proyek megah Arne Slot.
Wirtz digadang-gadang menjadi kreator generasi baru, sementara Isak disebut bakal jadi mesin gol pengganti era sebelumnya. Namun perjalanan mereka di paruh musim pertama tidak berjalan semulus harga yang dibayarkan.
Ekspektasi besar belum benar-benar terbayar dan sorotan mulai mengarah pada kebijakan transfer The Reds.
Belum Sesuai Harga Rekor
Isak memulai musim dengan bekal pramusim yang tidak ideal, membuat adaptasinya melambat. Wirtz pun masih bergulat dengan tempo keras Premier League, mencoba menemukan kreativitas yang biasanya mudah mengalir di Bundesliga.
Liverpool bahkan dua kali memecahkan rekor transfer Inggris tahun itu:
£116 juta untuk Wirtz dari Leverkusen,
£125 juta untuk Isak dari Newcastle.
Namun angka di lapangan justru jauh dari gemerlap tersebut.
Isak baru mengemas dua gol dari 15 laga di semua ajang, sedangkan Wirtz masih tanpa gol Premier League hanya 3 assist dari 21 pertandingan.
Hamann: Liverpool Bisa Saja Melego
Komentar mantan gelandang Liverpool, Dietmar Hamann, kembali membuka diskusi panjang. Ia menilai status bintang tidak otomatis menjamin masa depan cerah di Anfield.
Hamann percaya, jika performa tak membaik dan Liverpool gagal mengamankan tiket Liga Champions, nama Wirtz atau Isak bukan tidak mungkin masuk daftar evaluasi.
“Pemain seperti Isak atau Wirtz mungkin akan dipertimbangkan masa depannya jika mereka tidak tampil bagus dan klub tidak lolos Liga Champions,” ujar Hamann via JeffBet.
Komentar tersebut menjadi sentilan halus bahwa proyek Arne Slot musti cepat menemukan arah atau risiko penjualan besar bisa mengintai.
Barcelona Mengamati?
Hamann bahkan menyebut destinasi yang masuk akal jika Liverpool membuka pintu keluar Barcelona.
Isak pernah memikat Eropa saat di Newcastle, sehingga reputasinya masih menjanjikan.
Masalah kebugaran, menit bermain, dan persaingan internal membuat langkah Isak kini terasa berat. Hamann menilai penampilan Hugo Ekitike bisa menentukan nasib kompetitif Isak di skuad Slot.
“Jika performa Isak tidak membaik pada Maret atau April, diskusi kemungkinan penjualan ke klub seperti Barcelona bisa saja terjadi,” lanjut Hamann.
Untuk Liverpool, kisah ini menjadi cermin: era baru tidak hanya membutuhkan uang tetapi hasil yang nyata di lapangan.
(MG6)
Bagi HalamanEditor : Alif Luqman
Sumber : bola.net
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















