
Jejak Karier yang Layak Dikenang
Pineida bukan nama asing bagi publik sepak bola Ekuador. Ia delapan kali mengenakan seragam La Tri, tampil di Copa América 2017 dan 2021, serta mencatat penampilan terakhirnya untuk timnas dalam laga grup melawan Brasil pada 2021.
Perjalanannya dimulai di Independiente del Valle sebelum pindah ke Barcelona SC pada 2016. Bersama klub Guayaquil, ia memenangkan dua gelar liga domestik dan menjadi salah satu pemain dengan loyalitas jangka panjang.
Pada 2022, Pineida sempat menjajal sepak bola Brasil bersama Fluminense sebelum kembali ke negaranya.
Duka yang Lebih Luas dari Sepak Bola
Kepergian Pineida datang di tengah tahun yang suram bagi keamanan publik. Catatan Observatorium Kejahatan Terorganisasi memperkirakan lebih dari 9.000 kasus pembunuhan terjadi sepanjang tahun angka tertinggi dalam sejarah negara itu.
Presiden Daniel Noboa berulang kali menegaskan komitmen memberantas jaringan kriminal, namun kekerasan masih terus memakan korban, termasuk dari dunia olahraga.
Tragedi ini juga bukan kasus pertama. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah pemain muda turut kehilangan nyawa akibat insiden penembakan terpisah di Guayaquil dan kota lainnya.
Untuk Barcelona SC dan publik sepak bola Ekuador, kepergian Pineida bukan sekadar statistik. Ini tentang seorang pemain, seorang profesional, dan sosok keluarga yang tidak sempat mengucap salam perpisahan.
(MG6)
Editor : Alif Luqman
Sumber : bola.net
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















