Bupati Bogor Tegaskan Sinergi Lintas Sektor untuk Keamanan Nataru

Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan jumlah pergerakan asal daerah terbanyak dan ketiga terbanyak sebagai tujuan perjalanan, sehingga Bogor sebagai penyangga ibu kota DKI Jakarta serta pusat destinasi wisata akan menerima arus wisatawan yang signifikan, terutama di kawasan Puncak.

“Bogor ini memang luar biasa, seluruhnya bisa hadir dari tingkat kabupaten maupun kecamatan. Namun kita harus waspada, terutama terkait arus wisatawan dan potensi kerawanan keamanan,” kata AKBP Wikha.

Kapolres juga menyampaikan hasil evaluasi Operasi Lilin tahun 2024, dengan menyoroti tiga kejahatan utama yang wajib diwaspadai, yaitu penganiayaan, terutama yang berkaitan dengan tawuran di wilayah Cibinong Raya, Bogor Timur, dan Bogor Barat; curat dan curanmor, yang meningkat saat masyarakat meninggalkan rumah atau kendaraan; serta kecelakaan lalu lintas, yang meski menurun dari segi fatalitas, tetap menjadi perhatian bersama.

BACA JUGA :  Alisa Khadijah ICMI Kabupaten Bogor Hidupkan Semangat HJB ke-544 Lewat Kajian Istimewa

Selain itu, AKBP Wikha mensosialisasikan layanan kepolisian 110 konsenter, yang diperkuat dengan keberadaan perwira khusus yang bertugas di luar jam dinas. Semua laporan masyarakat akan segera ditindaklanjuti dengan pengiriman personel ke lokasi, untuk memastikan keamanan dan kenyamanan selama perayaan Nataru.

Kapolres Bogor menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan peran aktif masyarakat dalam mendukung pengamanan.

“Kami memohon bantuan seluruh elemen untuk mensosialisasikan layanan 110 kepada masyarakat. Keamanan dan kelancaran perayaan Nataru menjadi tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

BACA JUGA :   Review Film Backrooms (2026): Terjebak dalam Ruang Sunyi yang Membingungkan dan Mengganggu

Ditempat yang sama, Dandim 0621Letkol Inf. Henggar Tri Wahono menambahkan, untuk Tahun Baru pengaturan rekayasa lalu lintas dan pengelolaan keramaian agar tidak terjadi pengumpulan massa di satu titik, serta mendorong setiap kecamatan menyelenggarakan kegiatan lokal untuk mengurangi kerumunan.

Ia juga mengingatkan potensi curah hujan tinggi sebagai faktor risiko tambahan, sehingga komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antar aparat dan pos pengamanan menjadi kunci keberhasilan.

“InsyaAllah, kegiatan Natal dan Tahun Baru di wilayah kita dapat berlangsung aman, selama kita berkomunikasi, berkoordinasi, dan berkolaborasi,” pungkas Dandim.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Diskominfo Kabupaten Bogor

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================