
BOGORTODAY.COM – Kepolisian Resor Bogor merekrut 60 joki sebagai relawan pengatur lalu lintas guna mengantisipasi lonjakan kunjungan wisatawan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Kapolres Bogor AKBP Whika Ardilestanto mengatakan, para joki yang direkrut telah mendapat pelatihan khusus untuk menjalankan tugas mereka. Pelatihan meliputi pengaturan lalu lintas, penanganan pertama pada gawat darurat (PPGD), serta komitmen anti pungutan liar (pungli).
“Tadi sekitar 60 orang sudah kita rekrut dan berikan pelatihan,” kata Whika, Sabtu (20/12/2025).
Whika menjelaskan, perekrutan ini bertujuan meminimalkan ancaman pungli terhadap wisatawan sekaligus memberdayakan tenaga kerja lokal. Menurutnya, kehadiran joki yang sebelumnya dianggap sebagai ancaman kini diubah menjadi peluang.
“Kita ubah yang tadinya merupakan ancaman menjadi sebuah peluang dan kita berdayakan mereka sebagai sukarelawan pembantu lalu lintas,” ujarnya.
Kebijakan ini mendapat dukungan dari Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Para joki yang direkrut akan memperoleh insentif dan makan dari sejumlah hotel di kawasan Puncak.
Whika menyebut, PHRI menilai keberadaan relawan pengatur lalu lintas ini dapat memberikan dampak positif bagi dunia usaha perhotelan. Pasalnya, kemacetan di kawasan Puncak berpotensi menurunkan tingkat okupansi hotel.
“Apabila kawasan Puncak dikenal karena macet, otomatis itu akan berimbas pada okupansi hotel tersebut,” katanya.
Bagi HalamanEditor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















