
Dugaan Permainan Laporan Keuangan
Motif di balik skema ini disebut sederhana namun sensitif: mempercantik laporan keuangan klub. Dengan nilai transfer yang dihitung ulang, Udinese diduga mencoba menciptakan keuntungan fiskal instan.
Transfer Mandragora memang sejak awal terasa tidak biasa. Juventus menjual sang pemain dengan harga €20 juta, lalu membeli kembali dengan nominal berbeda. Pergerakan angka yang naik turun dalam waktu singkat dinilai memberi dampak langsung pada neraca klub dan menciptakan apa yang disebut “laba palsu” hingga sekitar €3,11 juta.
Udinese Siap Melawan
Meski tekanan semakin besar, Udinese memilih bersikap defensif. Klub menyebut tuduhan seperti ini pernah diajukan di pengadilan sipil dan justru ditolak. Bahkan hakim di Bologna sebelumnya memihak mereka.
Kini perjalanan kasus Mandragora bergerak ke babak baru lebih terbuka, lebih keras, dan memiliki implikasi hukum yang nyata. Menariknya, Mandragora sendiri sudah jauh dari pusat badai. Ia kini memperkuat Fiorentina sejak 2022, sementara mantan klubnya masih berusaha membuktikan diri.
Di luar skor dan klasemen, saga ini memperlihatkan satu sisi lain dunia sepak bola: di mana angka, klausul, dan laporan keuangan bisa menjadi penentu masa depan klub.
(MG6)
Editor : Alif Luqman
Sumber : bola.net
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















