
Perlu diketahui bahwa proyek PSEL Galuga memakan lebih dari lima hektar lahan yang telah disiapkan melalui kerja sama antara Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor. Selain itu, proyek ini dirancang untuk menangani timbulan sampah yang mencapai hampir 4.000 ton per hari dari kedua wilayah.
Adapun Groundbreaking ditargetkan oleh Danantara pada awal tahun depan (Januari-Februari), dengan masa pembangunan sekitar 2 tahun sebelum operasional penuh.
“Nilai investasi masih dalam perhitungan Danantara, namun dipastikan akan ada subsidi langsung dari pemerintah” jelas Hanif Faisol.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyatakan bahwa tim Waste to Energy PSEL dari Danantara telah melakukan verifikasi administrasi dan kelayakan lahan pada Kamis lalu. Dedie menekankan pentingnya penyelesaian aspek sosial, terutama terkait warga di sekitar area pembangunan PSEL dan nasib para pemulung.
“Kami meminta adanya pendataan terhadap pemulung agar mereka diberdayakan. Misalnya, melalui pengelolaan hasil turunan sisa pembakaran sampah seperti produksi batako atau pupuk,” jelas Dedie.
Ia juga menambahkan bahwa percepatan koordinasi dengan pemilik lahan di Kabupaten Bogor menjadi prioritas utama agar saat groundbreaking dilakukan, tidak ada lagi isu yang menghambat.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















