BOGORTODAY.COM – Kebakaran merupakan salah satu bencana yang paling sering terjadi pada bangunan, termasuk rumah tinggal. Salah satu pemicu utama munculnya api berasal dari instalasi listrik.
Kondisi ini kerap sulit diprediksi karena listrik merupakan kebutuhan pokok yang digunakan setiap hari dalam berbagai aktivitas rumah tangga.
Tanpa listrik, aktivitas masyarakat tentu akan sangat terbatas. Oleh karena itu, pemasangan instalasi listrik harus dilakukan secara benar dan sesuai standar.
Berbagai peringatan pun terus disampaikan agar instalasi listrik dipasang oleh tenaga ahli untuk meminimalkan risiko kebakaran.
Menurut spesialis keselamatan listrik sekaligus Dosen Kelistrikan Politeknik Negeri Jakarta, A Damar Aji, kebakaran akibat listrik umumnya disebabkan oleh arus berlebih dalam aliran listrik. Arus yang terlalu besar membuat kabel menjadi panas sehingga isolatornya meleleh.
“Isolator yang rusak dapat menyebabkan kebocoran arus dan berujung pada korsleting listrik,” jelas Damar. Tanda-tanda korsleting listrik biasanya ditandai dengan munculnya api, asap, atau bau terbakar dari instalasi maupun peralatan listrik.
Masalah kelistrikan ini dapat dipicu oleh kualitas kabel yang buruk maupun kebiasaan penggunaan listrik yang tidak aman. Damar mengungkapkan sejumlah kebiasaan yang kerap menjadi pemicu kebakaran, di antaranya sebagai berikut.
- Menggunakan Stop Kontak Extension Berlebihan
Stop kontak tambahan atau extension dengan tiga hingga empat lubang sebaiknya tidak digunakan secara bersamaan untuk peralatan berdaya besar.
“Stop kontak extension yang lubangnya diisi semua dengan beban listrik seperti magic jar, setrika, dan peralatan lain, apalagi jika kabelnya masih digulung, bisa menyebabkan panas berlebih,” ujar Damar kepada detikcom, Jumat (19/12/2025).
- Pemilihan Tipe Kabel yang Tidak Sesuai
Setiap instalasi listrik memiliki kapasitas daya tertentu. Kabel yang digunakan harus mampu mengalirkan daya tersebut dengan aman. Pemilihan kabel yang tidak sesuai standar atau tidak sebanding dengan daya listrik dapat meningkatkan risiko panas berlebih dan korsleting.
Selain itu, pemasangan kabel harus rapi, tidak longgar, tidak saling menumpuk, serta disesuaikan dengan kebutuhan daya rumah.
- Penempatan Peralatan Listrik yang Kurang Tepat
Peralatan listrik sebaiknya dijauhkan dari benda yang mudah terbakar dan tidak diletakkan di area dengan suhu tinggi. Lingkungan yang panas dapat mempercepat kerusakan isolasi kabel dan meningkatkan potensi kebakaran.
- Menggunakan Peralatan Elektronik Tanpa Henti
Kebiasaan menyalakan peralatan elektronik secara terus-menerus tanpa jeda juga berisiko menimbulkan masalah kelistrikan. Contohnya adalah penggunaan kipas angin atau pendingin ruangan yang menyala seharian tanpa henti.
Penggunaan berlebihan dapat menyebabkan komponen listrik mengalami panas berlebih dan mempercepat kerusakan.
Dengan memahami penyebab kebakaran akibat listrik dan menghindari kebiasaan buruk tersebut, risiko kebakaran dapat diminimalkan. Instalasi yang sesuai standar serta penggunaan listrik secara bijak menjadi kunci utama menjaga keamanan rumah dan penghuninya.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















