
Kondisi ini menempatkan pengguna pada dilema besar ketika layar utama rusak. Pilihannya hanya dua, yakni mengeluarkan biaya perbaikan yang sangat mahal atau mengganti perangkat dengan ponsel flagship non-lipat yang lebih terjangkau.
Tak hanya layar utama, biaya perbaikan layar penutup Galaxy Z TriFold juga terbilang tinggi. Ongkos servisnya dilaporkan berada di kisaran US$93 hingga US$153 atau sekitar Rp1,5 juta hingga Rp2,5 juta. Perbedaan tarif ini disebut bergantung pada kepemilikan kartu garansi, meski mekanisme potongan harga belum dijelaskan secara detail.
Samsung diketahui memberikan diskon satu kali hingga 50 persen untuk penggantian layar. Namun demikian, meski mendapat potongan, pengguna tetap harus merogoh kocek ratusan dolar AS untuk memperbaiki kerusakan layar pada perangkat lipat ini.
Selama komponen layar fleksibel masih mahal dan sulit diperbaiki, ponsel lipat seperti Galaxy Z TriFold kemungkinan akan tetap menjadi perangkat bagi kalangan early adopter, yakni pengguna yang siap menerima risiko finansial demi menikmati teknologi terbaru.
Meski demikian, kehadiran inovasi layar lipat ganda tetap menandai babak baru dalam evolusi smartphone, sekaligus menunjukkan arah perkembangan teknologi perangkat mobile di masa depan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















