Studi Ungkap Dampak Smartphone pada Anak Usia 12 Tahun, Risiko Depresi hingga Kurang Tidur Meningkat

Anak
Studi Ungkap Dampak Smartphone pada Anak Usia 12 Tahun, Risiko Depresi hingga Kurang Tidur Meningkat. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Sebuah studi terbaru mengungkap bagaimana penggunaan smartphone dapat memengaruhi kesehatan anak, khususnya mereka yang baru memasuki usia praremaja.

Penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat menemukan bahwa memiliki ponsel pada usia 12 tahun berkaitan dengan meningkatnya risiko berbagai masalah kesehatan, mulai dari depresi, obesitas, hingga gangguan tidur.

Studi ini menunjukkan bahwa anak-anak yang sudah memiliki smartphone cenderung lebih rentan mengalami masalah kesehatan dibandingkan teman sebaya yang belum memiliki perangkat tersebut.

Temuan ini menjadi perhatian penting, mengingat generasi remaja saat ini tumbuh di era di mana ponsel pintar telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Para peneliti mencatat bahwa iPhone baru diluncurkan kurang dari 20 tahun lalu. Artinya, sebagian besar anak yang kini beranjak remaja merupakan generasi pertama yang terpapar teknologi smartphone sejak usia sangat muda.

BACA JUGA :  Tampil Perkasa di Arcamanik, Skuat Sepak Bola Kota Bogor Hancurkan KBB 5-0

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dampak kesehatan dari kondisi tersebut secara lebih mendalam.

“Temuan kami menunjukkan bahwa smartphone perlu dipandang sebagai faktor penting dalam kesehatan remaja. Karena itu, keputusan untuk memberikan ponsel kepada anak harus dilakukan dengan hati-hati, sambil mempertimbangkan dampaknya terhadap kehidupan dan kesehatan mereka,” ujar Ran Barzilay, psikiater anak dan remaja dari Children’s Hospital of Philadelphia, dikutip dari Science Alert.

Risiko Kesehatan yang Ditemukan

Penelitian ini menganalisis data dari 10.588 remaja yang terlibat dalam studi besar tentang perkembangan otak. Data tersebut memberikan gambaran kondisi kesehatan anak pada usia 12 tahun, sekaligus menunjukkan perbedaan yang muncul setahun kemudian, tergantung apakah anak telah memiliki ponsel atau belum.

BACA JUGA :  Anak Diduga Alergi Susu Sapi? Ini Langkah Pertama yang Perlu Dilakukan Orang Tua

Para peneliti juga memperhitungkan berbagai variabel lain, seperti faktor demografi dan status sosial ekonomi, untuk memastikan hasil penelitian lebih akurat.

Hasilnya, sekitar 6,5 persen anak usia 12 tahun yang sudah memiliki ponsel dilaporkan telah didiagnosis mengalami depresi. Sementara itu, pada anak yang belum memiliki ponsel, angka depresi berada di kisaran 4,5 persen. Meski perbedaannya tampak kecil, selisih tersebut dinilai signifikan secara statistik dan menunjukkan pola yang perlu diwaspadai.

Selain depresi, risiko obesitas juga lebih tinggi pada anak yang memiliki ponsel. Data menunjukkan 18 persen anak usia 12 tahun dengan smartphone mengalami obesitas, dibandingkan 12 persen pada anak yang tidak memiliki ponsel.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================