Studi Ungkap Dampak Smartphone pada Anak Usia 12 Tahun, Risiko Depresi hingga Kurang Tidur Meningkat

Masalah tidur pun menjadi sorotan. Sebanyak 47 persen anak dengan ponsel melaporkan kurang tidur, yakni tidur kurang dari sembilan jam per malam. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan anak tanpa ponsel, yang hanya sekitar 31 persen mengalami kekurangan tidur.

Ketika anak-anak tersebut menginjak usia 13 tahun, mereka yang memiliki ponsel dilaporkan lebih sering mengalami gangguan kesehatan mental, termasuk depresi dan kurang tidur, dibandingkan teman sebayanya yang tidak memiliki smartphone. Namun, dalam periode satu tahun tersebut, risiko obesitas tidak menunjukkan perubahan signifikan.

Manfaat Smartphone Tetap Diakui

Meski menyoroti berbagai risiko, para peneliti tidak menutup mata terhadap manfaat smartphone bagi anak dan remaja. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ponsel dapat berperan positif, terutama dalam memperkuat hubungan sosial, mendukung proses belajar, serta memberikan akses ke informasi dan sumber daya yang bermanfaat bagi perkembangan pribadi.

BACA JUGA :  Dongeng Sebelum Tidur, Kebiasaan Sederhana yang Berdampak Besar bagi Tumbuh Kembang Anak

“Bagi banyak remaja, smartphone dapat berperan positif dengan memperkuat hubungan sosial, mendukung pembelajaran, dan membantu perkembangan diri,” kata Barzilay.
“Beberapa keluarga juga memandang smartphone sebagai kebutuhan penting untuk keamanan atau komunikasi,” tambahnya.

Para peneliti juga menekankan bahwa hasil studi ini perlu dibaca dengan hati-hati. Depresi dalam penelitian ini diukur sebagai kondisi yang pernah dialami anak hingga saat ini, sehingga dalam beberapa kasus, depresi mungkin terjadi sebelum anak memiliki ponsel.

Selain itu, karena penelitian ini bersifat observasional, tidak mungkin menarik kesimpulan sebab-akibat secara mutlak. Namun, kuatnya keterkaitan antara kepemilikan smartphone dan masalah kesehatan, ditambah perubahan yang terlihat saat anak berusia 12 hingga 13 tahun, menjadi sinyal penting yang layak diteliti lebih lanjut.

Pentingnya Strategi Perlindungan Anak

Temuan ini sejalan dengan berbagai penelitian pada orang dewasa, yang menunjukkan bahwa penggunaan smartphone berlebihan dapat meningkatkan stres, menurunkan konsentrasi, menyebabkan kelelahan mental, serta memengaruhi cara otak memproses informasi.

BACA JUGA :  Peran Orang Tua Sangat Penting, Ini Cara Efektif Mendampingi Anak Belajar di Rumah

Ke depan, para peneliti berencana mengeksplorasi lebih jauh bagaimana durasi penggunaan layar dan jenis aplikasi yang digunakan memengaruhi kesehatan remaja. Mereka juga ingin mengetahui apakah dampak ini bertahan dalam jangka panjang selama masa remaja, serta strategi apa yang efektif untuk meminimalkan dampak negatif smartphone.

“Penting bagi anak-anak dan remaja untuk memiliki waktu jauh dari ponsel, sehingga mereka bisa melakukan aktivitas fisik. Hal ini dapat melindungi mereka dari obesitas sekaligus meningkatkan kesehatan mental dalam jangka panjang,” tutup Barzilay.

Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics dengan judul “Smartphone Ownership, Age of Smartphone Acquisition, and Health Outcomes in Early Adolescence” dan ditulis oleh Ran Barzilay dan tim.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================