
Dari sisi tampilan, Yamaha Aerox-e masih mempertahankan desain yang serupa dengan versi bensin yang dijual di India. Skutik ini tetap mengusung konsep X-center yang menonjolkan karakter sporty dan balap, dengan desain lampu depan agresif serta garis bodi yang tajam.
Perbedaan utama terletak pada sektor penggerak. Aerox-e menggunakan motor listrik dan mendapat sentuhan aksen biru muda khas kendaraan listrik di beberapa bagian bodi. Selain itu, terdapat emblem huruf “e” sebagai penanda bahwa motor ini merupakan varian listrik.
Yamaha membekali Aerox-e dengan motor listrik bertenaga 9,4 kW dan torsi puncak 48 Nm. Sumber tenaganya berasal dari baterai lithium-ion berkapasitas 3 kWh dengan konfigurasi ganda, yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 106 kilometer dalam kondisi baterai penuh. Motor ini juga dilengkapi tiga mode berkendara, yakni ECO, Standard, dan Power.
Layaknya versi reguler, Aerox-e juga memiliki fitur boost mode yang memberikan tambahan tenaga saat akselerasi. Menariknya, motor listrik ini turut dibekali fitur reverse mode atau mundur untuk memudahkan pengendara ketika memarkirkan kendaraan.
Tak ketinggalan, Aerox-e telah dibekali fitur konektivitas Y-Connect, yang memungkinkan motor terhubung dengan smartphone melalui Bluetooth. Dengan fitur tersebut, pengendara dapat memantau berbagai informasi kendaraan secara realtime melalui layar ponsel.
Sementara itu, untuk pasar Indonesia, Yamaha menegaskan bahwa pengembangan motor listrik masih berada dalam tahap pengujian. Proyek kendaraan listrik Yamaha di Tanah Air sendiri telah berlangsung sejak 2017 dan hingga kini masih terus dikaji sesuai dengan kebutuhan serta kesiapan pasar.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















