
Rudy menuturkan, pihaknya saat ini sedang membangun dua jembatan yang ditargetkan rampung pada 2026. Namun, pembangunan flyover yang seharusnya berjalan bersamaan dengan proyek jembatan tersebut terkendala oleh keberadaan rel kereta api.
“Flyover Bomang itu kita sedang menarik-narik antara jembatan dulu atau flyover dulu karena dua-duanya sama-sama dibutuhkan,” katanya.
Ia menambahkan, kepadatan lalu lintas kereta api yang melintas setiap lima menit menjadi pertimbangan utama dalam penentuan jadwal pembangunan. Pemkab Bogor memprioritaskan aspek keselamatan masyarakat dalam pelaksanaan proyek infrastruktur ini.
“Karena rel kereta api dengan jalur kereta yang cukup padat, yakni lima menit sekali, itu makanya kita memperhatikan keselamatan masyarakat. Maka, kita bangun flyovernya maksimal 2027,” pungkasnya.
Editor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















