
Selain aspek sosial, Menag juga memaknai Natal sebagai panggilan iman untuk merawat bumi. Di tengah krisis iklim dan kerusakan lingkungan, ia mengajak setiap keluarga berperan aktif menjaga ciptaan Tuhan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Iman harus menyentuh cara kita hidup. Mengurangi plastik, menanam pohon, menghemat energi—itulah bentuk syukur kita kepada Tuhan atas ciptaan-Nya,” katanya.
Menag turut mengingatkan bahwa Natal 2025 dirayakan di tengah duka sebagian masyarakat yang terdampak bencana alam. Karena itu, perayaan Natal tidak boleh melupakan semangat solidaritas dan kepedulian terhadap sesama.
“Kekuatan Natal bukan pada kemewahan perayaan, melainkan pada keberanian untuk berbagi beban dengan mereka yang sedang terluka,” ujarnya.
Di akhir pesannya, Menag berharap Natal menjadi ruang perjumpaan lintas batas, tempat nilai solidaritas, kemanusiaan, dan harapan kembali menemukan maknanya di tengah kehidupan berbangsa yang majemuk.
“Mari kita jadikan keluarga sebagai pelabuhan cinta yang menyelamatkan, sekaligus menjadi penjaga alam semesta yang Tuhan titipkan. Selamat Natal 2025 dan menyambut Tahun Baru 2026,” tutup Nasaruddin Umar, yang juga menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















