Tak Perlu Hambar, Ini Cara Mengurangi Garam Tanpa Mengorbankan Rasa

Garam
Ilustrasi Garam (Foto: iStock)

BOGORTODAYCOM – Menurunkan asupan garam sering kali terdengar seperti hukuman. Makanan terasa hambar, selera makan menurun, dan kenikmatan menyantap hidangan seolah berkurang.

Padahal, garam selama ini dikenal sebagai “sihir kecil” dalam dapur—mampu menekan rasa pahit, mempertegas rasa manis, dan memperkaya cita rasa makanan.

Namun, konsumsi garam berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal, hingga kematian dini.

Pedoman konsumsi di Amerika Serikat menyarankan asupan natrium maksimal 2.300 miligram per hari, sementara rata-rata orang justru mengonsumsi hingga 3.400 miligram.

Kabar baiknya, lidah manusia bisa dilatih untuk menikmati rasa yang lebih ringan. Dengan strategi yang tepat, mengurangi garam tidak harus berarti mengorbankan kelezatan makanan.

Berikut beberapa cara efektif untuk menekan asupan garam tanpa kehilangan cita rasa, dirangkum dari berbagai sumber termasuk CNA.

  1. Manfaatkan Teknik Memasak dan Kekuatan Rasa Asam

Rasa bekerja melalui keseimbangan antara asin, asam, manis, pahit, dan umami. Menambahkan unsur asam seperti perasan lemon, jeruk nipis, atau cuka apel dapat “mengangkat” rasa makanan meski penggunaan garam dikurangi.

Selain itu, teknik memasak seperti memanggang, menumis, atau memanggang hingga kecokelatan (reaksi Maillard) mampu menciptakan lapisan rasa yang lebih kompleks. Proses ini menghasilkan aroma dan rasa gurih alami tanpa perlu tambahan sodium berlebih.

BACA JUGA :  Waspadai 5 Makanan Pemicu Tumbuhnya Sel Kanker

Trik sederhana lainnya adalah mengurangi garam saat memasak, lalu menambahkan sedikit di tahap akhir. Cara ini membuat rasa asin lebih terasa karena langsung mengenai lidah.

  1. Gunakan Garam Kalium sebagai Alternatif

Garam kalium dapat menjadi pilihan pengganti garam dapur biasa. Kalium membantu melemaskan pembuluh darah dan membantu tubuh mengeluarkan kelebihan natrium.

Kini banyak produk garam campuran yang mengandung sekitar 25 persen kalium dan 75 persen natrium, dengan rasa yang nyaris tak berbeda. Penelitian pada 2021 terhadap lebih dari 21 ribu peserta menunjukkan penggunaan garam kalium mampu menurunkan risiko stroke hingga 14 persen dan kematian dini sebesar 12 persen dalam lima tahun.

Meski demikian, penderita gangguan ginjal atau yang mengonsumsi obat tertentu tetap perlu berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum menggantinya.

  1. Maksimalkan Rempah dan Sumber Umami

Rempah-rempah dan bahan kaya umami dapat menjadi senjata utama untuk menekan penggunaan garam. Bubuk jamur, nutritional yeast, tomat, keju tua, hingga makanan fermentasi memberikan rasa gurih alami meski kandungan natriumnya lebih rendah.

MSG juga bisa menjadi pilihan karena mengandung sekitar sepertiga natrium dibandingkan garam biasa. Selain itu, rempah seperti jintan, paprika asap, bawang putih, jahe, atau basil mampu memperkaya aroma dan rasa tanpa perlu tambahan garam.

BACA JUGA :  Rudy Susmanto Dampingi Prabowo dan Dedi Mulyadi, Sejumlah Ruas Jalan Strategis Kabupaten Bogor Diresmikan

Agar lebih praktis, campurkan sedikit garam dengan berbagai rempah, sehingga setiap taburan otomatis mengurangi asupan natrium.

  1. Batasi Makanan Olahan

Sekitar 70 persen asupan natrium harian berasal dari makanan olahan dan siap saji, bukan dari garam yang ditambahkan saat memasak. Produk seperti mi instan, makanan beku, daging olahan, sup instan, hingga roti sering kali menyumbang sodium dalam jumlah besar.

Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:

  • Membaca label nutrisi dan memilih produk dengan kandungan natrium lebih rendah
  • Menggunakan kecap, saus, atau kaldu versi rendah garam
  • Membilas sayuran atau kacang kalengan sebelum digunakan
  • Mencampur sup biasa dengan versi rendah natrium

Saat makan di luar, mintalah saus atau bumbu disajikan terpisah. Mengganti saus dengan perasan lemon atau cuka juga dapat membantu menambah rasa tanpa tambahan garam.

Mengurangi garam bukan soal menjadi sempurna, melainkan soal konsistensi. Setiap langkah kecil dalam menurunkan asupan natrium berkontribusi besar bagi kesehatan jantung dan kualitas hidup jangka panjang.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================