
“Kabupaten Bogor tidak punya Kementerian Luar Negeri. Tetapi semua orang harus tahu bahwa Kabupaten Bogor itu besar dan eksis,” ujarnya.
Menurut Rike, pendakian juga menjadi sarana pendidikan nonformal bagi generasi muda Kabupaten Bogor. Ia yakin pengalaman mendaki gunung akan menumbuhkan kecintaan terhadap alam dan kesadaran menjaga lingkungan.
“Saya yakin ini pendidikan nonformal yang tak terukur. Ketika mereka kembali, mereka akan jauh lebih mencintai alam dan menjaga lingkungan,” katanya.
Proses seleksi peserta dijadwalkan berlangsung pada Februari 2026. Seluruh peserta ditargetkan mencapai puncak (summit) pada 3 Juni 2026.
Editor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














