Gurih dan Pedas Bikin Nagih, Ini Bahaya Makan Seblak Setiap Hari

Seblak
Ilustrasi Seblak. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Seblak dikenal sebagai salah satu kuliner khas Sunda yang digemari banyak orang. Cita rasanya yang gurih, pedas, dan kaya rempah membuat makanan ini sulit ditolak.

Berawal dari Bandung, seblak kini mudah ditemukan di berbagai daerah dengan aneka topping menggoda, mulai dari kerupuk, bakso, sosis, hingga ceker ayam.

Namun di balik kelezatannya, konsumsi seblak secara berlebihan ternyata menyimpan sejumlah risiko kesehatan. Terlebih jika dikonsumsi setiap hari, dampaknya bisa mengganggu sistem pencernaan hingga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Berikut beberapa bahaya makan seblak setiap hari yang perlu diwaspadai:

  1. Gastritis Erosif

Salah satu risiko paling serius adalah gastritis erosif, yaitu peradangan pada lapisan mukosa lambung. Dokter spesialis penyakit dalam, Aru Ariadno, menjelaskan bahwa konsumsi makanan pedas berlebihan, terutama saat kondisi lambung tidak optimal, dapat memicu iritasi hingga luka pada dinding lambung.

“Jika seblak dikonsumsi berlebihan dengan tingkat kepedasan tinggi, risiko terjadinya gastritis erosif akan meningkat,” ujarnya, seperti dikutip dari detikHealth.

BACA JUGA :  Polisi Ungkap Fakta Kematian Mahasiswa Asal Ciseeng

Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri perut hebat, mual, hingga gangguan pencernaan berkepanjangan.

  1. Gangguan pada Usus

Kandungan cabai rawit yang tinggi dalam seblak dapat memicu iritasi pada saluran pencernaan. Capsaicin dalam cabai mempercepat gerakan usus (peristaltik) dan meningkatkan produksi cairan di usus, sehingga dapat menyebabkan diare.

Jika terjadi berulang, kondisi ini berpotensi mengganggu penyerapan nutrisi dan menyebabkan dehidrasi.

  1. Insomnia

Tak banyak yang menyadari bahwa makanan pedas juga bisa memengaruhi kualitas tidur. Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya, Ira Purnamasari, menjelaskan bahwa konsumsi makanan pedas, terutama di malam hari, dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di perut.

“Perut terasa panas dan penuh sehingga mengganggu posisi tidur dan memicu insomnia,” jelasnya. Akibatnya, kualitas tidur menurun dan tubuh menjadi kurang bugar keesokan harinya.

  1. Edema atau Pembengkakan
BACA JUGA :  Gejala Stroke Tersembunyi pada Usia Muda: Pakar Ungkap Tanda yang Sering Diabaikan

Seblak umumnya mengandung banyak garam, baik dari kerupuk, bumbu instan, maupun tambahan penyedap rasa. Asupan natrium yang berlebihan membuat tubuh menahan lebih banyak cairan.

Akibatnya, bisa terjadi pembengkakan atau edema, terutama pada tangan dan kaki. Kondisi ini sering kali dianggap sepele, padahal bisa menjadi tanda gangguan keseimbangan cairan dalam tubuh.

  1. Risiko Tekanan Darah Tinggi

Kandungan garam yang tinggi juga berkontribusi pada peningkatan tekanan darah. Konsumsi natrium berlebih dapat memengaruhi keseimbangan cairan dalam pembuluh darah, sehingga tekanan darah meningkat.

Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko hipertensi, penyakit jantung, hingga stroke.

Seblak memang lezat dan menggugah selera, tetapi sebaiknya dikonsumsi dengan bijak. Menjadikannya makanan sesekali masih aman, namun mengonsumsinya setiap hari berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

Kunci utamanya adalah keseimbangan—nikmati seblak secukupnya, imbangi dengan makanan bergizi, dan perhatikan kondisi tubuh Anda.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================