
“Wisatawan mancanegara tetap meningkat. Target kami sekitar 7 juta kunjungan,” ujarnya.
Sebelumnya, isu sepinya wisatawan di Bali saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 juga disorot oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Ia menegaskan bahwa kabar tersebut tidak sepenuhnya benar dan tidak sesuai dengan data yang dimiliki pemerintah daerah.
“Bohong kalau dibilang sepi. Data kami menunjukkan jumlah wisatawan justru meningkat. Saat ini per hari sekitar 17 ribu wisatawan asing, sebelumnya bisa mencapai 20 ribu,” kata Koster usai Rapat Paripurna DPRD Bali di Denpasar, Senin (22/12).
Koster menambahkan, hingga pertengahan Desember 2025 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali telah mencapai 6,7 juta orang, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 6,3 juta wisatawan. Angka tersebut diperkirakan terus bertambah hingga akhir periode libur Nataru.
Meski demikian, ia mengakui tingkat hunian hotel belum sepenuhnya sebanding dengan lonjakan jumlah wisatawan. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya penggunaan akomodasi alternatif seperti Airbnb yang tidak seluruhnya tercatat dalam sistem pajak daerah.
“Banyak wisatawan yang menginap di akomodasi non-hotel sehingga tidak tercatat dalam pajak hotel dan restoran. Ini yang membuat data hunian hotel terlihat tidak sebanding dengan jumlah kunjungan,” jelasnya.
Selain itu, faktor cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan banjir juga disebut memengaruhi aktivitas wisata, termasuk keluhan dari pelaku transportasi pariwisata. Meski begitu, berdasarkan data dari otoritas bandara dan Dinas Pariwisata Bali, tren kunjungan wisatawan secara keseluruhan masih menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















