
Penutupan ini dilakukan agar Planetarium dapat kembali berfungsi sebagai pusat edukasi astronomi yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat modern.
Sejak 2019, Planetarium Jakarta masuk dalam program revitalisasi besar kawasan Taman Ismail Marzuki. Berbagai pembaruan dilakukan, mulai dari perbaikan struktur bangunan, peningkatan kualitas ruang pertunjukan, hingga pemasangan teknologi visual dan audio terkini. Kursi penonton juga diperbarui agar pengunjung dapat menikmati pertunjukan dengan lebih nyaman.
Kehadiran kembali Planetarium Jakarta diharapkan menjadi pusat pembelajaran sains yang inspiratif, sekaligus destinasi wisata edukatif bagi masyarakat. Selain menyajikan pertunjukan astronomi, kawasan ini juga dirancang sebagai ruang interaksi, edukasi, dan eksplorasi ilmu pengetahuan.
Pada Selasa, 23 Desember 2025, Planetarium Jakarta resmi dibuka kembali oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo. Dalam kesempatan tersebut, ia mengumumkan bahwa akses ke Planetarium akan digratiskan bagi pelajar selama tiga bulan sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan sains di Indonesia.
“Setelah lebih dari 13 tahun, sejak 2012, Planetarium yang digagas oleh Bang Ali Sadikin akhirnya bisa dihidupkan kembali. Ini menjadi langkah penting untuk menumbuhkan minat generasi muda terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujar Pramono.
Dengan dibukanya kembali Planetarium dan Observatorium Jakarta, diharapkan masyarakat dapat kembali menikmati sarana edukasi astronomi yang modern sekaligus menjadikan TIM sebagai pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang hidup di jantung Ibu Kota.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














