Siapa yang Lebih Bahagia Bekerja dari Rumah? Studi Ungkap Dampak WFH terhadap Kesehatan Mental

Dampak WFH bagi Pria

Berbeda dengan perempuan, penelitian ini menemukan bahwa pola bekerja dari rumah tidak menunjukkan pengaruh yang berarti terhadap kesehatan mental pria, baik secara positif maupun negatif. Hal ini diduga berkaitan dengan perbedaan pembagian peran domestik dan jaringan sosial, di mana pria cenderung memperoleh interaksi sosial dari lingkungan kerja dibandingkan dari rumah.

Siapa yang Paling Diuntungkan?

Secara umum, kelompok yang paling diuntungkan dari sistem kerja fleksibel adalah pekerja dengan kondisi kesehatan mental yang kurang baik. Mereka cenderung lebih sensitif terhadap tekanan perjalanan jauh dan paling merasakan manfaat dari pengurangan waktu komuter melalui skema kerja dari rumah.

BACA JUGA :  Apakah Kanker Ginjal Bisa Sembuh? Ini Penjelasan dan Pilihan Pengobatannya

Sebaliknya, pekerja dengan kondisi mental yang baik relatif tidak terlalu terpengaruh oleh jarak tempuh ke kantor atau pola kerja yang diterapkan, meskipun tetap menghargai fleksibilitas dalam bekerja.

Rekomendasi untuk Pekerja, Pengusaha, dan Pembuat Kebijakan

Berdasarkan temuan tersebut, para peneliti memberikan beberapa rekomendasi penting:

Untuk Pekerja

Pekerja disarankan lebih peka terhadap dampak pola kerja terhadap kesehatan mentalnya. Mengatur jadwal kerja dan memilih lokasi kerja yang paling nyaman dapat membantu menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kesehatan mental.

Untuk Pengusaha

Perusahaan dianjurkan menyediakan opsi kerja fleksibel, khususnya bagi karyawan dengan tantangan kesehatan mental. Model kerja hybrid dinilai paling efektif, terutama jika disesuaikan dengan jarak tempuh karyawan dan beban kerja masing-masing.

BACA JUGA :  Mencari Rezeki Bernilai Ibadah, Ini Doa-Doa yang Dianjurkan Sebelum Memulai Pekerjaan

Untuk Pembuat Kebijakan

Pemerintah diharapkan meningkatkan kualitas transportasi publik guna mengurangi beban perjalanan harian. Selain itu, kebijakan yang mendorong fleksibilitas kerja serta perluasan akses layanan kesehatan mental juga dinilai penting untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja secara keseluruhan.

Dengan pendekatan kerja yang lebih adaptif dan berpusat pada kesejahteraan manusia, dunia kerja di masa depan berpotensi menjadi lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================