Libur Nataru, Gemblong di Puncak Tak Lagi Semanis Dulu

BOGORTODAY.COM – Libur Natal dan Tahun Baru (nataru) biasanya menjadi momen paling ditunggu para pedagang di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Jalanan yang padat kendaraan wisatawan kerap berbanding lurus dengan laris manisnya dagangan. Namun, cerita berbeda dialami tahun ini. Di balik riuh rendah liburan, ada pedagang yang justru terpaksa menelan pil pahit.

Kosim (45), pedagang gemblong yang sudah puluhan tahun berjualan di pinggir jalan Puncak, merasakan perubahan yang cukup signifikan. Libur Nataru 2026 yang seharusnya menjadi berkah justru membawa kabar kurang menggembirakan. Omzet penjualannya merosot hingga separuh.

BACA JUGA :  Tanda Kolagen Menurun pada Kulit dan Faktor yang Mempercepat Penuaan Wajah

“Dulu mah sehari bisa habis 300 bungkus. Sekarang paling bawa 150, berarti turun sekitar 50 persen,” tuturnya, Selasa (30/12/2025).

Penurunan ini bukan hanya soal berkurangnya wisatawan. Kosim melihat persaingan kini jauh lebih ketat dibanding beberapa tahun lalu. Jika dahulu hanya ada enam hingga tujuh pedagang gemblong di kawasan itu, kini jumlahnya hampir mencapai puluhan orang.

BACA JUGA :  Ingin Berat Badan Turun? Coba Terapkan 5 Kebiasaan Pagi Ini Secara Rutin

“Yang beli juga agak berkurang, sementara yang jualan makin banyak. Dulu nggak begitu banyak, sekarang hampir puluhan,” ujarnya.

Kosim menduga, membludaknya jumlah pedagang ini tak lepas dari meningkatnya angka pengangguran. Banyak orang yang akhirnya memilih berjualan sebagai jalan keluar untuk bertahan hidup.

“Efek pengangguran juga kayaknya, jadi pada lari ke jualan,” pungkasnya dengan nada pasrah bercamping harap.

Bagi Halaman

Editor : Bas

Wartawan : Rifki Ramadhan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================