Sering Ingin Sarapan Manis? Ini Penyebabnya Menurut Ahli

BOGORTODAY.COM – Mengonsumsi makanan manis memang terasa menyenangkan, apalagi saat pagi hari. Namun, keinginan kuat untuk menyantap makanan manis saat sarapan bukan sekadar soal selera.

Ada berbagai faktor biologis dan hormonal yang memengaruhi tubuh sehingga dorongan tersebut muncul secara alami.

Meski sesekali mengonsumsi makanan manis bukan masalah besar, kebiasaan ini perlu diwaspadai karena dapat berdampak pada kesehatan jangka panjang, terutama jika dilakukan setiap hari.

Berikut beberapa alasan mengapa banyak orang mengidam sarapan manis di pagi hari.

  1. Gula darah rendah setelah bangun tidur

Setelah berpuasa semalaman, kadar gula darah tubuh cenderung menurun. Kondisi ini memicu sinyal lapar dan mendorong tubuh mencari sumber energi yang cepat diserap.

Makanan manis dan karbohidrat olahan menjadi pilihan instan karena mampu meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Inilah sebabnya donat, roti manis, atau minuman berpemanis terasa sangat menggoda saat pagi hari.

  1. Pengaruh stres dan lonjakan hormon kortisol
BACA JUGA :  Persiapan Persalinan Normal: Latih Fisik dan Mental Sejak Masa Kehamilan

Tubuh memiliki ritme sirkadian yang mengatur berbagai fungsi biologis, termasuk produksi hormon. Di pagi hari, kadar kortisol—hormon yang berperan dalam kewaspadaan—memang meningkat secara alami.

Namun, ketika seseorang mengalami stres berkepanjangan, kadar kortisol bisa meningkat berlebihan. Kondisi ini memicu pelepasan hormon ghrelin, yaitu hormon pemicu rasa lapar. Akibatnya, keinginan untuk makan, khususnya makanan tinggi gula, menjadi lebih kuat.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa peningkatan ghrelin membuat otak lebih sensitif terhadap rasa manis, sehingga makanan bergula terasa lebih memuaskan secara emosional.

  1. Kurang tidur memicu keinginan gula

Kurang tidur berdampak besar pada keseimbangan hormon tubuh. Saat kualitas tidur menurun, produksi ghrelin meningkat, sementara hormon leptin—yang memberi sinyal kenyang—justru menurun.

Kondisi ini membuat seseorang merasa lebih lapar dan cenderung mencari makanan tinggi gula sebagai sumber energi cepat. Selain itu, kurang tidur juga mengganggu sensitivitas insulin, sehingga tubuh lebih mudah “meminta” asupan gula untuk mempertahankan energi.

  1. Terjebak dalam siklus kecanduan gula
BACA JUGA :  Buah dan Sayuran Terbaik untuk Penderita GERD, Aman dan Ramah Lambung

Kebiasaan mengonsumsi makanan manis setiap pagi dapat membentuk pola yang sulit diputus. Gula merangsang pusat penghargaan di otak dengan melepaskan dopamin, zat kimia yang menimbulkan rasa senang.

Semakin sering gula dikonsumsi, semakin kuat dorongan untuk mengulanginya. Akibatnya, tubuh seolah “menagih” rasa manis setiap pagi, meski sebenarnya tidak benar-benar membutuhkannya.

Memahami penyebab di balik keinginan sarapan manis merupakan langkah awal untuk membentuk pola makan yang lebih sehat.

Dengan memperbaiki kualitas tidur, mengelola stres, serta mulai mengganti makanan manis dengan sumber energi yang lebih seimbang seperti protein dan serat, keinginan tersebut perlahan dapat dikendalikan.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================