
Proses Pemeliharaan yang Ketat
Kualitas daging wagyu tidak lepas dari metode pemeliharaan yang sangat terkontrol. Sapi wagyu dipelihara di lingkungan yang tenang dan minim stres, dengan asupan pakan bernutrisi tinggi.
Bahkan, beberapa peternak melakukan pemijatan khusus untuk menjaga relaksasi otot sapi agar menghasilkan daging yang lebih empuk.
Karena proses perawatan yang panjang, detail, dan membutuhkan biaya besar inilah, harga daging wagyu menjadi jauh lebih mahal dibandingkan daging sapi biasa.
Grade Daging Wagyu
Untuk memastikan kualitasnya, daging wagyu dinilai berdasarkan standar dari Japanese Meat Grading Association (JMGA). Penilaian ini menggunakan kombinasi huruf dan angka.
Kode huruf (A, B, C) menunjukkan tingkat hasil daging:
- Grade A: kualitas tertinggi dengan hasil daging paling optimal
- Grade B: kualitas menengah
- Grade C: kualitas terendah
Sementara itu, kode angka (1–5) menunjukkan kualitas visual daging, meliputi warna, tekstur, tingkat marbling, dan kualitas lemak. Semakin tinggi angkanya, semakin baik kualitas daging tersebut.
Dari seluruh klasifikasi tersebut, A5 merupakan grade tertinggi dan menjadi standar emas daging wagyu di dunia.
Daging wagyu adalah daging sapi premium asal Jepang yang terkenal karena kelembutan, cita rasa, dan marbling yang luar biasa.
Dengan proses pemeliharaan yang sangat ketat dan sistem penilaian kualitas yang rinci, tak heran jika wagyu menjadi salah satu daging termahal dan paling diburu oleh pecinta kuliner di seluruh dunia.
Bagi penikmat steak, mencicipi wagyu bukan sekadar makan, melainkan sebuah pengalaman kuliner yang istimewa.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















