
Secara visual dan berdasarkan data kegempaan, aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki menunjukkan tren peningkatan dalam sepekan terakhir. Data deformasi dari tiltmeter memperlihatkan pola inflasi yang signifikan dalam waktu singkat, menandakan adanya tekanan magma dari dalam tubuh gunung.
Sementara itu, pemantauan menggunakan Global Navigation Satellite System (GNSS) juga menunjukkan adanya kenaikan komponen vertikal dalam beberapa hari terakhir. Hal tersebut mengindikasikan bahwa pergerakan magma dari kedalaman menuju permukaan masih terus berlangsung.
“Berdasarkan hasil analisis visual dan instrumental, aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki saat ini berada pada level tinggi. Oleh karena itu, statusnya dinaikkan dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas),” jelas Lana.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat serta wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 6 kilometer dari pusat erupsi, serta 7 kilometer pada sektor barat laut hingga timur laut. Warga juga diminta tetap tenang dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah dan petugas setempat.
Selain itu, masyarakat di wilayah rawan bencana diimbau mewaspadai potensi banjir lahar saat hujan lebat, khususnya di daerah aliran sungai yang berhulu di Gunung Lewotobi Laki-laki, seperti Nawakote, Boru, Padang Pasir, Klatanio Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen.
Bagi warga yang terdampak hujan abu vulkanik, pemerintah mengimbau untuk menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna melindungi saluran pernapasan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















