
Sementara itu, Imam At-Thabrani mengategorikan hadits ini sebagai hadits munkar. Hal tersebut disebabkan adanya perawi bernama Zaidah bin Abir Riqad dalam jalur periwayatan, yang oleh para ahli hadits dinilai sebagai perawi yang riwayatnya diingkari.
Meski kualitas haditsnya dinilai lemah, para ulama membolehkan pengamalan doa ini dalam konteks fadhailul a‘mal (keutamaan amal), selama tidak berkaitan dengan penetapan hukum syariat.
Prediksi Awal Ramadan 2026
Ramadan diperkirakan akan tiba dalam waktu kurang dari dua bulan. Saat ini, umat Islam telah memasuki bulan Rajab sebagai bulan ketujuh dalam kalender Hijriah. Setelah Rajab, akan disusul bulan Syaban (bulan ke-8), sebelum akhirnya memasuki Ramadan sebagai bulan ke-9.
Hingga kini, Pemerintah Indonesia belum menetapkan secara resmi awal Ramadan 2026 atau 1447 Hijriah.
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 terbitan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, 1 Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada 19 Februari 2026.
Namun, penetapan tersebut masih menunggu hasil pengamatan hilal pada 29 Syaban dan keputusan sidang isbat.
Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026. Penetapan ini didasarkan pada metode hisab hakiki dengan berpedoman pada prinsip, syarat, dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang digunakan Muhammadiyah.
Menjelang datangnya Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa, mempersiapkan diri secara fisik dan spiritual, serta menyambut bulan suci dengan penuh harap dan rasa syukur.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















