Menanti Ramadan, Ini Bacaan Doa agar Dipertemukan dengan Bulan Suci dan Tinjauan Haditsnya

Ramadan
Menanti Ramadan, Ini Bacaan Doa agar Dipertemukan dengan Bulan Suci dan Tinjauan Haditsnya. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Tak terasa, umat Islam kembali mendekati Ramadan, bulan suci yang paling dirindukan. Kerinduan terhadap Ramadan kerap diwujudkan dengan doa-doa yang dipanjatkan sejak jauh hari, khususnya saat memasuki bulan Rajab dan Syaban sebagai pengantar menuju bulan penuh keberkahan tersebut.

Salah satu doa yang sering diamalkan oleh umat Islam adalah doa agar dipertemukan dengan Ramadan.

Doa ini kerap dibaca sebagai bentuk harapan agar diberi umur panjang, kesehatan, dan kesempatan menjalani ibadah Ramadan dengan sempurna.

Bacaan Doa agar Dipertemukan dengan Ramadan

Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam an-Nawawi (terjemahan Ulin Nuha), disebutkan bahwa ketika memasuki bulan Rajab, Rasulullah SAW membaca doa agar dipertemukan dengan bulan Ramadan. Berikut bacaan doanya:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Allaahumma baarik lanaa fii rajaba wa sya‘baana wa ballighnaa ramadhana.

Artinya:
“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban, serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadan.”

BACA JUGA :  Raba Pengemudi Ojol di Taman Lansia, Pria Paruh Baya Diamankan Polsek Bogor Tengah

Tinjauan Kualitas Hadits

Imam an-Nawawi meriwayatkan hadits tentang doa tersebut dalam kitab Hilyatul Auliya dengan sanad dhaif, yang diriwayatkan dari Ziad an-Namiri, dari Anas bin Malik RA. Hadits serupa juga disebutkan dalam kitab karya Ibnu Sunni.

Sementara itu, Imam At-Thabrani mengategorikan hadits ini sebagai hadits munkar. Hal tersebut disebabkan adanya perawi bernama Zaidah bin Abir Riqad dalam jalur periwayatan, yang oleh para ahli hadits dinilai sebagai perawi yang riwayatnya diingkari.

Meski kualitas haditsnya dinilai lemah, para ulama membolehkan pengamalan doa ini dalam konteks fadhailul a‘mal (keutamaan amal), selama tidak berkaitan dengan penetapan hukum syariat.

Prediksi Awal Ramadan 2026

Ramadan diperkirakan akan tiba dalam waktu kurang dari dua bulan. Saat ini, umat Islam telah memasuki bulan Rajab sebagai bulan ketujuh dalam kalender Hijriah. Setelah Rajab, akan disusul bulan Syaban (bulan ke-8), sebelum akhirnya memasuki Ramadan sebagai bulan ke-9.

BACA JUGA :  Sayyidul Istighfar, Zikir Penghapus Dosa yang Dianjurkan Dibaca Setiap Pagi dan Petang

Hingga kini, Pemerintah Indonesia belum menetapkan secara resmi awal Ramadan 2026 atau 1447 Hijriah.

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 terbitan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, 1 Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada 19 Februari 2026.

Namun, penetapan tersebut masih menunggu hasil pengamatan hilal pada 29 Syaban dan keputusan sidang isbat.

Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026. Penetapan ini didasarkan pada metode hisab hakiki dengan berpedoman pada prinsip, syarat, dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang digunakan Muhammadiyah.

Menjelang datangnya Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa, mempersiapkan diri secara fisik dan spiritual, serta menyambut bulan suci dengan penuh harap dan rasa syukur.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================