
Sementara itu, Idul Adha 1447 H yang bertepatan dengan 10 Zulhijah ditetapkan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.
Penetapan Versi Nahdlatul Ulama
Hingga kini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) belum menetapkan tanggal awal Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha 2026. PBNU menggunakan metode hisab imkanur rukyat, yakni perhitungan astronomi yang dikombinasikan dengan pengamatan langsung terhadap hilal.
Penentuan awal bulan hijriah versi NU akan dilakukan setelah pemantauan hilal di berbagai titik. Hasil rukyat tersebut menjadi dasar penetapan resmi kalender ibadah.
Penetapan Versi Pemerintah
Pemerintah Indonesia menetapkan awal Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha melalui sidang isbat, yang berpedoman pada Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2004 tentang penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.
Biasanya, sidang isbat Ramadan dilakukan pada akhir bulan Syakban, sidang Idul Fitri pada akhir Ramadan, dan sidang Idul Adha pada akhir Zulkaidah.
Meski belum bersifat final, Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang dirilis Kementerian Agama (Kemenag) memprediksi awal Ramadan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Sementara Idul Fitri diperkirakan berlangsung pada Sabtu, 21 Maret atau Minggu, 22 Maret 2026, dan Idul Adha diprediksi jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.
Perbedaan penetapan ini merupakan hal yang lumrah dan telah menjadi bagian dari dinamika penentuan kalender hijriah di Indonesia.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















