Potret Minibus yang Digunakan Aparat Gadungan di Sukajaya, Berakhir Babak Belur Dikerumuni Massa

BOGORTODAY.COM – Aksi sekelompok orang yang mengaku sebagai aparat penegak hukum (APH) berakhir ricuh dan memalukan di wilayah Sukajaya, Kabupaten Bogor.

Lima pria dan satu perempuan yang datang menggunakan sebuah minibus akhirnya harus diboyong ke Polres Bogor setelah kedok mereka terbongkar oleh warga.

Amarah massa yang terlanjur memuncak membuat kendaraan yang mereka gunakan rusak, sementara para terduga sempat menjadi sasaran kemarahan warga sebelum diserahkan ke petugas resmi.

Salah satu korban, Nino, warga Sukajaya, mengungkapkan bahwa para pelaku tiba-tiba mendatangi rumahnya dan mengaku berasal dari Polres, Polda, hingga Mabes Polri. Dengan nada mengancam, mereka meminta uang dalam jumlah besar.

BACA JUGA :  PLTGU Jawa Satu Beroperasi Andal dan Terus Dukung Keandalan Sistem Kelistrikan Jawa-Bali

“Awalnya mereka datang ke rumah saya, langsung minta uang Rp100 juta. Katanya dari Polres dan Polda. Kalau tidak dibayar, saya akan dibawa ke Mabes Polri,” ucap Nino saat memberikan keterangan di Polsek Cigudeg, Minggu (4/12/2025).

Menurut Nino, sempat terjadi negosiasi antara korban dan pelaku hingga nominal yang diminta turun menjadi Rp35 juta. Namun, sebelum uang tersebut diserahkan, warga sekitar mulai berdatangan setelah mengetahui kejadian serupa juga menimpa warga lain.

Korban lainnya, Ica, mengaku telah lebih dulu menyerahkan sejumlah uang kepada para pelaku. Ia berani melaporkan karena mendengar kabar pelaku serupa melakukan hal yang sama terhadap warga Sukajaya.

BACA JUGA :  Apple Hadirkan AI Generasi Baru untuk Pengembang, Xcode 27 Kini Punya Fitur Coding Agent Canggih

Dia menceritakan pelaku datang ke rumahnya saat suaminya sedang sakit dan terbaring lemah.

“Mereka datang mengaku dari Polres, Polda, dan Mabes. Suami saya sedang sakit, katanya mau dibawa. Mereka awalnya minta Rp150 juta,” ungkap Ica.

Karena ketakutan, Ica mengaku hanya mampu menyerahkan uang sebesar Rp9 juta, dengan rincian Rp7 juta diberikan secara tunai dan Rp2 juta ditransfer. Namun, setelah itu pelaku kembali menghubunginya dan meminta uang tambahan.

“Saya sanggupi 9 juta, uang secara langsung 7 juta dan transfer 2 juta setelah itu dia nelepon lagi dan meminta uang kembali,” pungkasnya.

Bagi Halaman

Editor : Ilham Ariyansyah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================