BOGORTODAY.COM – Flu yang tidak kunjung membaik dalam beberapa hari dan disertai gejala berat perlu diwaspadai.
Kondisi tersebut bisa menjadi tanda infeksi influenza A (H3N2) subclade K, atau yang belakangan dikenal sebagai super flu.
Varian influenza ini dilaporkan telah terdeteksi di Indonesia dan memiliki karakteristik yang lebih agresif dibanding flu musiman biasa.
Dokter spesialis paru, dr. Agus Dwi Susanto, menjelaskan bahwa virus influenza subclade K mengalami mutasi yang membuatnya lebih mudah menular serta menimbulkan gejala yang lebih berat.
“Yang dikenal sebagai super flu itu memiliki sifat lebih agresif, mudah menular, dan gejalanya lebih berat,” ujar dr. Agus, Jumat (2/1/2025).
Perbedaan Flu Biasa dan Super Flu
Salah satu tanda utama yang membedakan flu biasa dengan super flu adalah lamanya gejala berlangsung. Flu musiman umumnya akan membaik dalam waktu singkat.
“Kalau flu wajar biasanya 3–5 hari. Tapi kalau gejalanya berat dan berlangsung lebih lama, bisa jadi itu varian yang baru,” jelasnya.
Karena itu, dr. Agus mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan gejala flu yang sejak awal terasa tidak seperti biasanya. Menunggu terlalu lama justru dapat meningkatkan risiko komplikasi.
Gejala Super Flu Lebih Berat
Selain durasi, tingkat keparahan gejala juga menjadi pembeda penting. Pada infeksi influenza A (H3N2) subclade K, keluhan yang dirasakan penderita umumnya jauh lebih intens dibanding flu musiman.
Masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika flu disertai gejala berikut:
- Demam tinggi hingga mendekati 39–40 derajat Celsius
- Nyeri otot dan sakit kepala hebat
- Badan terasa sangat lemas
- Batuk kering yang semakin memburuk
- Kondisi tidak membaik setelah beberapa hari
Menurut dr. Agus, flu musiman biasanya masih memungkinkan penderitanya beraktivitas ringan, sementara pada super flu kondisi tubuh cenderung drop secara signifikan.
“Nah, yang ini gejalanya lebih berat dari yang selama ini dirasakan,” tambahnya.
Risiko Komplikasi Lebih Tinggi
Dengan sifat virus yang lebih agresif, risiko komplikasi akibat subclade K juga dinilai lebih tinggi, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan mereka yang memiliki penyakit penyerta.
“Influenza musiman memang bisa menimbulkan komplikasi, tapi subvarian yang baru ini memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi dibanding flu musiman biasa,” ungkap dr. Agus.
Komplikasi yang paling sering terjadi adalah pneumonia atau radang paru-paru, yaitu kondisi ketika virus menyebar ke saluran pernapasan bawah dan mengganggu fungsi paru.
Pentingnya Deteksi dan Penanganan Dini
Dr. Agus menegaskan bahwa deteksi serta pengobatan sejak dini sangat penting untuk menekan risiko komplikasi serius. Jika flu terasa tidak biasa, semakin berat, atau tidak kunjung membaik, masyarakat diimbau untuk segera mencari pertolongan medis.
Langkah cepat dan tepat bukan hanya membantu proses penyembuhan, tetapi juga mencegah penularan yang lebih luas di masyarakat.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















