
“Total-total kemarin habis Rp 320 jutaan sama ngirim motor ke sini. Itu sudah semuanya, sudah bersih,” tuturnya.
Pengeluaran terbesar berasal dari biaya penginapan, mengingat Om Daeng hampir setiap hari menginap di hotel selama tujuh bulan perjalanan. Selain itu, kebutuhan internet juga menyedot dana cukup besar, mencapai Rp 5–6 juta. Tak kalah penting, biaya pengurusan dokumen dan perizinan lintas negara menghabiskan sekitar Rp 60 juta.
Biaya besar lainnya berasal dari proses pengiriman sepeda motor dari Arab Saudi kembali ke Indonesia. Om Daeng memilih menggunakan kargo pesawat demi keamanan dan kepraktisan.
“Ngirim motor pakai kargo pesawat agak mahal, sekitar Rp 60 jutaan. Kita serahkan semuanya ke mereka. Prosesnya yang ribet itu di dokumen, bisa sebulan lebih, kalau pengirimannya sendiri sehari doang sampai,” jelasnya.
Kisah Om Daeng menjadi bukti bahwa umroh naik motor bukan sekadar soal keberanian dan tekad, tetapi juga perencanaan matang serta kesiapan finansial yang kuat. Jadi, sebelum mengikuti jejaknya, pastikan dompet dan mental benar-benar siap.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















