
“Puncak dan Sentul menjadi favorit. Mayoritas yang penuh adalah hotel bintang empat dan bintang lima,” ujar Boboy.
Tingginya okupansi hotel memberikan dampak berganda bagi perekonomian lokal. Selain sektor perhotelan, industri pendukung seperti restoran, transportasi, hingga pedagang cenderamata turut merasakan peningkatan omzet selama periode libur panjang.
BPS Jawa Barat mencatat, jumlah perjalanan wisnus di Jawa Barat pada November 2025 mencapai 17,66 juta perjalanan. Secara kumulatif, periode Januari-November 2025 mencatatkan 193,24 juta perjalanan wisnus .
Setelah Kabupaten Bogor, posisi berikutnya ditempati Kota Bandung 11,3 persen, Kota Bekasi 6,80 persen, Kabupaten Bandung 6,74 persen, Kabupaten Bekasi 6,28 persen, dan Kota Depok 5,72 persen. Wilayah Bogor, Depok, Bekasi dan Bandung Raya menyumbang 51,90 persen dari total perjalanan wisatawan nusantara di Jawa Barat.
Tingginya kunjungan wisatawan ke Kabupaten Bogor ditopang kekayaan destinasi wisata alam, seperti kawasan pegunungan, air terjun, hutan, dan desa wisata. Kawasan Puncak tetap menjadi primadona destinasi wisata di Kabupaten Bogor.
Berbagai event berskala daerah hingga nasional turut mendongkrak kunjungan wisatawan. Event yang digelar antara lain konser musik, Bogor Run, Bogor Overland, serta festival dan kegiatan olahraga, otomotif, dan seni budaya di berbagai wilayah.
Editor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















