Penjualan Motor Listrik 2025 Turun 28,6 Persen, Ketidakjelasan Subsidi Jadi Penyebab Utama

Motor Listrik
Penjualan Motor Listrik 2025 Turun 28,6 Persen, Ketidakjelasan Subsidi Jadi Penyebab Utama. (Foto: Dok. PT Indomobil Emotor International)

BOGORTODAY.COM – Penjualan sepeda motor listrik di Indonesia sepanjang 2025 mengalami penurunan signifikan. Berdasarkan data terbaru, angka penjualan motor listrik turun 28,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu faktor utama yang dinilai menjadi biang kerok penurunan ini adalah ketidakjelasan kelanjutan subsidi dari pemerintah.

Data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Sistem Registrasi Uji Tipe (SRUT) mencatat, penjualan motor listrik sepanjang 2025 hanya mencapai 55.059 unit. Angka ini turun cukup jauh dibandingkan tahun 2024 yang mencatatkan penjualan sebesar 77.078 unit.

Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI), Budi Setiyadi, menilai penurunan tersebut sangat berkaitan dengan absennya insentif atau subsidi motor listrik pada 2025.

BACA JUGA :  Tidak Terprovokasi, Seluruh Kepala Desa di Kecamatan Cijeruk dan Cigombong Kompak Jaga Kondusifitas Kabupaten Bogor 

“Ya, pasti turun. Tahun lalu kan 77 ribu unit, tahun 2025 menjadi 55 ribu unit. Tapi menurut saya turunnya ini karena tidak ada subsidi. Kalau ada subsidi, pastinya melampaui jauh dari tahun lalu,” kata Budi, Selasa (6/12/2025).

Meski demikian, Budi menilai capaian penjualan sekitar 55 ribu unit masih menunjukkan minat masyarakat terhadap motor listrik belum sepenuhnya hilang. Data SRUT tersebut mencakup seluruh merek motor listrik yang beredar di Indonesia, termasuk merek-merek besar.

“Walaupun tidak ada subsidi, penjualan sekitar 55 ribu unit. Itu untuk semua brand, termasuk anggota AISI juga. Pastinya ada Honda juga di situ,” ujarnya.

BACA JUGA :  Erick Thohir Sambut Positif Kehadiran Shin Tae-yong di Persija, Diyakini Dongkrak Kualitas Liga

Menurut Budi, tren elektrifikasi kendaraan yang semakin meluas turut membantu menjaga minat masyarakat. Bertumbuhnya penjualan mobil listrik dan sepeda listrik secara tidak langsung ikut mendorong eksistensi motor listrik, meski dampaknya tidak sebesar saat subsidi masih berlaku.

“Dengan semakin banyaknya mobil listrik, motor listrik, juga sepeda listrik di media sosial, itu menunjukkan minat masyarakat masih ada. Meski memang tanpa subsidi, angkanya tidak bisa setinggi sebelumnya,” jelasnya.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================