Makan Sendiri Ternyata Berdampak Buruk bagi Kesehatan, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Makan Sendiri
Ilustrasi Makan Sendiri. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Kebiasaan makan sendiri mungkin terlihat sepele dan dianggap sebagai pilihan gaya hidup modern.

Namun siapa sangka, rutinitas ini ternyata memiliki efek samping serius bagi kesehatan, terutama pada lansia.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa makan tanpa teman atau keluarga dapat menurunkan kualitas gizi dan berdampak negatif pada kesehatan fisik maupun mental.

Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Appetite mengungkapkan bahwa makan sendiri secara rutin dapat meningkatkan risiko frailty, yaitu kondisi fisik yang melemah lebih cepat dan membuat seseorang rentan mengalami keterbatasan fisik.

Risiko Frailty Meningkat pada Mereka yang Sering Makan Sendiri

Dilansir dari DailyMail UK (27/11/2024), tim peneliti dari Flinders University, Australia, menganalisis 24 penelitian dalam 20 tahun terakhir yang berfokus pada lansia dengan kebiasaan makan sendiri.

BACA JUGA :  Rudy Susmanto Dorong Generasi Digital Cerdas, Teman FM Hadir Langsung di Sekolah

Hasilnya mengejutkan: lansia yang rutin makan sendirian lebih berisiko mengalami frailty dibanding mereka yang makan bersama.

Faktor terbesar pemicu kondisi tersebut adalah penurunan kualitas pola makan. Penelitian menemukan bahwa:

•Lansia yang makan sendiri cenderung mengonsumsi makanan kurang bergizi

•Asupan protein harian mereka lebih rendah

•Mereka lebih jarang mengonsumsi buah dan sayuran

“Kekurangan nutrisi ini terakumulasi. Semakin sering seseorang makan sendiri, asupan proteinnya turun dari 58 gram menjadi 51 gram per hari,” tulis peneliti dalam laporannya.

Padahal, protein sangat penting untuk menjaga massa otot, kekuatan tubuh, serta mencegah penurunan fungsi fisik.

Cenderung Konsumsi Makanan Instan dan Kurang Sehat

BACA JUGA :  Korsleting Listrik, Si Jago Merah Lalap Rumah Warga di Cileungsi

Selain kurang protein, lansia yang makan sendiri juga lebih sering memilih makanan instan atau siap saji.

Data dari Swedia menunjukkan bahwa kelompok lansia yang makan sendiri empat kali lebih sering mengonsumsi makanan siap saji dibanding mereka yang makan bersama keluarga atau teman.

Makanan tersebut umumnya tinggi garam, gula, dan pengawet, sehingga dapat meningkatkan risiko:

•Tekanan darah tinggi

•Penyakit jantung

•Diabetes

•Penyakit kronis lainnya

Hilangnya Aspek Sosial dalam Makan Berpengaruh pada Kesehatan Mental

Makan tidak hanya soal memenuhi kebutuhan energi, tetapi juga aktivitas sosial penting yang memberi pengaruh psikologis positif. Hilangnya interaksi saat makan membuat seseorang:

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================