
•Lebih mudah kehilangan nafsu makan
•Makan tidak teratur
•Kurang termotivasi memilih makanan bergizi
Peneliti menjelaskan, “Sering makan sendirian membawa beban psikologis tersendiri dan menghilangkan isyarat sosial yang mendorong seseorang untuk makan lebih banyak dan memilih makanan yang lebih baik.”
Dampak Lanjutan: Dari Risiko Jatuh hingga Demensia
Frailty yang muncul karena pola makan buruk dapat menyebabkan:
•Penurunan kekuatan tubuh
•Risiko jatuh yang lebih tinggi
•Hilangnya kemandirian
•Gangguan pemulihan dari penyakit
Frailty juga berhubungan dengan penyakit berat seperti kanker, gangguan pernapasan, hingga penyakit jantung.
Isolasi sosial pun telah dikaitkan dengan penurunan volume otak dan meningkatkan risiko Alzheimer.
Ajakan untuk Lebih Sering Makan Bersama
Para ahli menekankan pentingnya peran keluarga, tenaga medis, dan lingkungan sosial untuk memperhatikan pola makan lansia.
Dokter disarankan untuk menanyakan kebiasaan makan pasien sebagai bagian dari pemeriksaan rutin.
Keluarga pun diimbau untuk:
•Lebih sering mengajak lansia makan bersama
•Membuat jadwal makan keluarga yang rutin
•Mendampingi mereka untuk memilih makanan bergizi
Tidak hanya bagi lansia, kebiasaan makan bersama bermanfaat untuk semua kelompok usia.
Selain meningkatkan asupan gizi, makan bersama memperkuat ikatan sosial, mengurangi stres, dan membantu menjaga kesehatan mental.
Makan sendiri terlalu sering bukan hanya soal kesepian—tetapi juga dapat menggerogoti kesehatan tubuh dan pikiran. Menghidupkan kembali budaya makan bersama bisa menjadi langkah sederhana namun efektif untuk meningkatkan kualitas hidup.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















