
“Selama ini perjalanan Parung ke Cibinong memakan waktu cukup lama karena harus memutar. Dengan jembatan ini, waktu tempuh bisa dipangkas menjadi sekitar 10 sampai 15 menit,” kata Gantara.
Menurut dia, pembangunan dua jembatan tersebut tidak dilakukan sekaligus. Pemkab Bogor memilih skema bertahap, dimulai dari pembangunan jalur lambat untuk memastikan konektivitas awal dapat segera dirasakan masyarakat. Tahapan selanjutnya adalah pembangunan jalur utama hingga flyover.
Gantara menyebutkan, Jembatan Situ Nanggerang ditargetkan selesai pada 2026. Adapun Jembatan Pesanggrahan beserta pembangunan flyover ditargetkan rampung pada 2027.
“Situ Nanggerang dibangun lebih dulu pada 2026. Pesanggrahan menyusul, dan target keseluruhan termasuk flyover mudah-mudahan bisa selesai tahun 2027,” ujarnya.
Pemkab Bogor menilai proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari upaya jangka panjang memperbaiki kualitas pelayanan publik dan pemerataan pembangunan. Dengan konektivitas yang lebih baik, mobilitas warga dari Parung, Bojonggede, Kemang, Tajur Halang, hingga Ciseeng menuju pusat pemerintahan dan layanan publik di Cibinong diharapkan semakin efisien.
“Kalau dua jembatan ini sudah berfungsi, masyarakat bisa langsung terhubung ke Tegar Beriman sebagai pusat ibu kota Kabupaten Bogor. Dampaknya bukan hanya pada waktu tempuh, tetapi juga pada aktivitas ekonomi dan sosial,” kata Gantara.
Pemkab Bogor berharap, pada 2027 mendatang, dua jembatan tersebut sudah dapat dinikmati sepenuhnya oleh masyarakat dan menjadi bagian dari sistem transportasi yang lebih terintegrasi di Kabupaten Bogor.
Editor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















