Terima 200 Ton Sampah dari Tangsel, PT Aspex Kumbong Bakal Disidak DLH Kabupaten Bogor

BOGORTODAY.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT Aspex Kumbong di Kecamatan Cileungsi. Langkah ini diambil menyusul dugaan perusahaan tersebut menerima sampah sebanyak 200 ton dari Kota Tangerang Selatan.

Pelaksana Tugas Kepala DLH Kabupaten Bogor, Teuku Mulya mengatakan, pihaknya tetap akan melakukan pengecekan meskipun kedua pihak telah menjalin kerja sama secara tertulis.

“Tetap kita harus ke lapangan dulu dan kita lakukan koordinasi dan pengecekan ke lapangan dulu tentang bagaimana mengelolanya di Aspex Kumbong,” kata Teuku, Jumat (10/1/2026).

BACA JUGA :  Gagal Lolos SNBT 2026? Masih Ada Peluang Masuk PTN Lewat Jalur Mandiri, Ini Daftar Kampus yang Buka Pendaftaran Juni

Teuku menjelaskan, pengecekan tersebut juga untuk memastikan kelengkapan izin pengelolaan sampah, termasuk izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Pasalnya, pengelolaan sampah di PT Aspex Kumbong menggunakan insinerator atau teknologi pembakaran sampah menjadi abu.

Teuku menegaskan, pelimpahan sampah dari Tangerang Selatan ke PT Aspex Kumbong harus melalui koordinasi dan mendapat izin dari Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Karena ini kan menyangkut hal-hal yang strategis. Strategis dalam artian bahwa sampah ini tidak boleh dikelola secara sembarangan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Sambut Hari Lingkungan Hidup, Warga Mekarjaya dan PTPN IV Regional I Normalisasi Sungai Cikalong

Menurutnya, pelimpahan pengelolaan sampah antardaerah biasanya terjadi karena pihak yang melimpahkan sedang mengalami darurat sampah. Berdasarkan laporan yang diterima, hingga saat ini tidak ada hal yang mengkhawatirkan dari pengelolaan sampah tersebut.

“Tetapi secara teknis nanti kita lihat. Kalau ada limbahnya dibuang ke mana, ada tidak pengelolaan air limbahnya, atau pengelolaan asapnya ada tidak dan sebagainya kan kita harus detail,” tandasnya.

Bagi Halaman

Editor : Bas

Wartawan : Rifki Ramadhan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================